Profesor Ariel Heryanto, Akademisi Asal Indonesia di Australia yang Terus Upayakan Persahabatan Dua Negara

Klik WWR-2020_03_27_ABC Profesor Ariel Heryanto-c

Salah satu akademisi asal Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah Profesor Ariel Heryanto. Dalam beberapa tahun terakhir, ia memimpin lembaga bernama ‘Herb Feith Indonesian Engagement Center’, bagian dari Monash University di Melbourne.

Ariel memulai karir akademiknya di Universitas Satya Wacana di Salatiga, Jawa Tengah, hingga akhirnya bekerja di beberapa negara, termasuk Singapura dan Australia.

Awal Maret lalu, Ariel mengakhiri tugasnya di ‘Herb Feith Indonesian Engagement Center’, sekaligus memasuki usia pensiun.

Wijaya, Sastra (2020) “Profesor Ariel Heryanto, Akademisi Asal Indonesia di Australia yang Terus Upayakan Persahabatan Dua Negara”, ABC Indonesia, https://www.abc.net.au/indonesian/2020-03-27/wawancara-dengan-profesor-ariel-heryanto/12080520

kata kunci: Emeritus, Herb Feith Center, media sosial, Monash University, pendidikan

Ariel: Sama Dengan LBH!

Klik WWR_1996_05_HumOr Sama Dengan LBH-c

Anda bandingkan, kalau Anda membikin rumah dengan pondasi sedeng-sedeng, rumahnya sedeng-sedeng saja, nggak apa-apa. Tapi kalau kita bikin rumah bertingkat dua, tiga atau empat, sementara pondasi tidak diubah, ya … ambruk! Dan ini yang saya perhatian di banyak lembaga.

Sedewi, Rinta dan Hidayat, Nur (1996) “Ariel: Sama Dengan LBH!”, HumOr, Mei: 71-72.

kata kunci: lembaga, sejarah, swasta, Tempo, UKSW, universitas

Sekali Seumur Hidup

Klik 2019 Sekali Seumur Hidup-c

[S]tudi doktoral bukan perkara sepele. Bukan semata-mata persoalan kecerdasan. Juga bukan persoalan kerja keras dan tekad. Tapi yang terlebih penting dari semua itu: persoalan makna dan jalan hidup orang yang
bersangkutan.

Heryanto, Ariel (2019) “Sekali Seumur Hidup”, pengantar dalam Iwan A. Yusuf (ed) Roller Coaster Empat Musim, Jakarta: Writerprenuer Club, hal. 11-17.

kata kunci: Australia, beasiswa, doktor, mahasiswa, peneliti, S3, studi