WWR 1994_06_HUMOR Kebinatangan Manusia-c
“Kebinatangan Manusia Juga Masih Banyak”, wawancara M Nur Hidayat, HumOr, Juni 1994: 14-15.
kata kunci: demokrasi, kapitalisme, konglomerat, pasar, peradaban, sejarah
WWR 1994_06_HUMOR Kebinatangan Manusia-c
“Kebinatangan Manusia Juga Masih Banyak”, wawancara M Nur Hidayat, HumOr, Juni 1994: 14-15.
kata kunci: demokrasi, kapitalisme, konglomerat, pasar, peradaban, sejarah
WWR 1994_06_15_DETIK Tanda Ketakberdayaan Rasialisme-c
“Status quo seperti ini hanya bisa terjadi apabila kaum pri dan kaum non pri itu selalu dipisah. Kalau mereka bersatu, tentu kaum Cina tidak lagi butuh perlindungan penguasa. Ini tidak menguntungkan bagi penguasa karena tidak bisa dimanfaatkan potensi ekonominya. Makanya mereka dipisah terus. Dan, kadang-kadang kerusuhan sengaja dibuat.”
“Kalau usaha besar orang-orang Cina diserang, . . . mereka sama sekali tidak dirugikan. Karena hampir semua mereka mengasuransikan harta bendanya. Yang kena biasanya yang kecil-kecil, yang senasib dengan kaum pri yang menyerangnya. Sebaliknya kaum pri, setelah mengadakan rame-rame, mereka ditangkapi. Jadi, sama-sama orang kecilnya yang kena.”
“Tanda Ketakberdayaan Rasialisme”, wawancara Agung Bawantara, DeTIK , 18(66/15-21 Juni) 1994: 15.
kata kunci: kelas sosial, konglomerat, oposisi, rasisme, selebaran gelap
WWR 1993_ThIX-No15_OPINI Sejarah Mesti Diubah-c
“Takut adalah sumber dari banyaknya kegiatan. Bila orang takut, ia akan cenderung berbuat jahat dan ternyata bukan hanya orang, binatang juga demikian. ABRI pun juga. Kalau dia takut dia akan menjadi ganas. . . . takut bukan bersumber dari ketidakberanian. Tetapi bersumber dari ketidaktahuan. Makanya kecerdasan senantiasa membahayakan keamanan. Dan karena itu, kecerdasan selalu ditindas.”
“Sejarah Mesti Diubah”, wawancara Arief, Ahad, Dayal, Rakhmat, Aan, Opini, 9(15), 1993: 36-45.
kata kunci: agama, kapitalisme, modernitas, pasar, primordial, ras, teror, universal
WWR 1992_MIMBAR Soal Kemiskinan-c
“Bicara Soal Kemiskinan Tak Lepas Dari Aksi Tipu-Menipu”, wawancara Suharianto, Mimbar (UniBraw), 21(235), 1992: 2.
kata kunci: kemiskinan, pemiskinan, pendidikan, struktur
WWR 1992_11_23_SURABAYA POST Tidak Ada Seniman Mandiri-c
“Tidak Ada Seniman yang Mandiri”, wawancara, Surabaya Post, 23/11/1992: 12.
kata kunci: industri, kapitalisme, mandiri, mitos, modernitas, otonomi, seniman
WWR 1991_06_09_WAWASAN Ariel Heryanto-c
“Ariel Heryanto”, wawancara Beno Siang Pamungkas, Wawasan, 9/06/1991: 8.
kata kunci: Ariel Heryanto, gerakan mahasiswa, keluarga, latar belakang, pendidikan, politik, seni
WWR 1991_05_01_KARTIKA LSM Dibutuhkan-c
“LSM Dibutuhkan Untuk Mengisi Kekosongan”, wawancara, Kartika, 1/05/1991: 1, 11.
kata kunci: Ivan Illich, LSM, Paulo Freirer, pendidikan, tenaga kerja
WWR 1991_01_03_DIALOG Sensor Seni Kecoa-c
“Sensor, Seni, Kecoa”, wawancara, Dialog, 1(3), 1991: 24-25.
kata kunci: kecoa, otonomi, Sampek Engtay, seni, sensor, Teater Koma
WWR 1990an_FORUM Memanusiawikan Korban-c
“Memanusiawikan Korban”, wawancara, Forum Keadilan, 1990-an, tanggal tidak jelas.
kata kunci: DPR, penggusuran, korban, militer
WWR 1990_09_12_WAWASAN Jangan Curigai Orang2 Gelisah-c
“Jangan curigai orang2 gelisah”, wawancara Agusta He, Wawasan, 12/09/1990.
kata kunci: Emha Ainun Najib, Iwan Fals, Kantata Takwa, komitmen, solo karir