Normal

Di awal abad ke-20 tidak terbayangkan warga pribumi kelak bisa menjadi kepala negara di wilayah ini. Yakni wilayah yang dipersatukan dengan harga mati oleh operasi militer kolonial.

Di awal abad ke-21 dianggap normal jika pemilu RI selalu menghasilkan presiden pria. Agamanya selalu sama. Juga etnisitasnya. Semua ini mungkin tampak absurd di awal abad ke-22.

Heryanto, Ariel (2022) “Normal”, Kompas, 10/09/2022, https://www.kompas.id/baca/opini/2022/09/09/normal

kata kunci: #gayahidup #kapitalisme #kolonial #ordebaru #penindasan #tren

Budaya Pop

Pembajakan karya warga bawahan oleh elite merupakan kisah abadi yang berulang dalam sejarah. Begitulah sejarah musik jazz, rap dan tarian break-dance. Juga tato dan celana robek sebagai gaya hidup urban di kalangan elite gedongan.

Heryanto, Ariel (2022) “Budaya Pop”, Kompas, 6/08/2022, https://www.kompas.id/baca/opini/2022/08/02/budaya-pop

kata kunci: SCBD, Citayam, Dangdut, Inul

Bukannya Lupa

Jika tersedia informasi dan disinformasi dalam berbagai ragam, yang utama dicari kebanyakan orang bukan yang paling lengkap atau akurat. Tetapi yang cocok dengan pandangan, keyakinan dan kepentingan sendiri. Yang membuat hati nyaman, batin tenteram dan praduga semakin kokoh.

Heryanto, Ariel (2022) “Bukannya Lupa”, Kompas, 21/05/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/05/20/bukannya-lupa

kata kunci: Ahok, Filipina, hoax, KDRT, sensor, teroris, Trump

Nyai Ontosoroh

Bumi Manusia merupakan kritik pascakolonial. Ia menembus dikotomi kolonial/antikolonial tanpa menyangkal bisa sepenuhnya bebas dari unsur-unsur tersebut. Ia berkisah tentang lahirnya Indonesia sebagai nasion gado-gado. Mirip Indo atau Peranakan. Di situ dikotomi kita/mereka berantakan.

Heryanto, Ariel (2022) “Nyai Ontosoroh”, Kompas, 16/04/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/04/15/nyai-ontosoroh

kata kunci: Belanda, Bersiap, Bumi Manusia, Eropa, Indo, kolonial, nasional, pascakolonial

Ilmuwan Berserikat

Kebebasan akademik bisa terus ditunggu dan diminta sebagai hadiah dari pemerintah. Bisa juga dicapai lewat perjuangan sendiri dari bawah lewat pembentukan asosiasi independen atau serikat para ilmuwan.

Heryanto, Ariel (2022) “Ilmuwan Berserikat”, Kompas, 5/02/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/02/04/ilmuwan-berserikat

kata kunci: akademik, BRIN, kritik, otonomi, pemerintah, peneliti

Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?

Kontroversi “Bersiap” meledak, bukan semata-mata karena sebuah artikel opini atau pameran tahun ini. Sumber masalahnya: sudah beberapa dekade peristiwa itu tak masuk dalam wacana resmi sejarah nasional di Belanda maupun di Indonesia. Ia hanya dibahas dengan pedih oleh beberapa warga pinggiran yang tersebar di berbagai kawasan dunia.

Heryanto, Ariel (2022) “Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?”, The Conversation, 28/01/22, https://theconversation.com/kapan-siap-menghadapi-bersiap-mendalami-polemik-periode-kekerasan-pasca-proklamasi-indonesia-175836

kata kunci: Belanda, dikotomi, Indo, kolonialisme, Tempoe Doelole

Kedaulatan RI

RI merintis kasus sukses pertama di dunia sebuah negara bekas jajahan mencapai dekolonisasi lewat PBB. Hasilnya menjadi inspirasi berbagai negara bekas terjajah lain. Tapi mengapa di RI sendiri peristiwa itu nyaris diabaikan?

Heryanto, Ariel (2021) “Kedaulatan RI”, Kompas, 27/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/27/kedaulatan-ri-dan-konferensi-meja-bundar-1949

kata kunci: dekolonisasi, diplomasi, gender, kolonial, KMB, pasca-kolonialisme, PBB

An English a translation is available as ” The Republic of Indonesia’s Sovereignty

Blusukan

Kuatnya pengetahuan tentang Indonesia di luar negeri hasil jerih payah peneliti mereka blusukan di berbagai sudut kehidupan Indonesia. Bukan hanya atas prakarsa pribadi, melainkan juga dukungan dana dari negara serta imbalan menggiurkan bagi yang berprestasi.

Heryanto, Ariel (2021) “Blusukan”, Kompas, 18/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/18/blusukan-4

kata kunci: ilmu, kelas menengah, kuasa, peneliti, pengetahuan, perjalanan