Ada yang siang, ada yang malam. Tinggal pilih jadwal yang cocok bagi yang berminat di Jakarta.
#HurufDemiHuruf #NasibPublikDalamRepublik


Ada yang siang, ada yang malam. Tinggal pilih jadwal yang cocok bagi yang berminat di Jakarta.
#HurufDemiHuruf #NasibPublikDalamRepublik


Sia-sia membubarkan nobar film PB atau kampanye hitam tentangnya. Begitu juga usaha membatasi akses film PB lewat registrasi terpusat dan nobar resmi. Merdekalah PB!
Heryanto, Ariel (2026) “Pesta Babi”, Kompas, 29/05/2026, https://www.kompas.id/artikel/pesta-babi
kata kunci: Hindia Belanda, kolonial, nobar, pembajakan, Papua, settler colonialism, Timor
Seakan-akan diasumsikan dengan semakin banyak lulusan magister dan doktor, akan semakin cerah masa depan bangsa ini.
Heryanto, Ariel (2026) “Studi Lanjut”, Kompas, 17/04/2026, https://www.kompas.id/artikel/studi-lanjut
kata kunci: akademik, beasiswa, gelar, ilmu, LPDP, pascasarjana, universitas
Jika komunitas media sosial diibaratkan bangsa, mereka mirip negara berpenduduk lebih besar daripada negara mana pun di dunia. Komunitas digital raksasa itu dikuasai segelintir orang tanpa pemilu untuk berkuasa tanpa batas masa jabatan.
Heryanto, Ariel (2026) “Media Sosial”, Kompas, 27/02/2026, https://www.kompas.id/artikel/media-sosial
kata kunci: AI, data, demokrasi, digital, liberal, negara, rasional, teknologi
Kini terorisme negara tampaknya mendekati atau mencapai puncak kejayaan dalam sejarahnya yang panjang. Mereka menjuluki musuh atau korban mereka sebagai “teroris”. Ibarat maling teriak maling.
Heryanto, Ariel (2026) “Teroris Teriak Teroris”, Kompas, 24/01/2026, https://www.kompas.id/artikel/teroris-teriak-teroris
kata kunci: Amerika Serikat, hukum, kolonialisme, Orde Baru, PBB, Venezuela
Indonesia itu majemuk. Mengapa suara anggota parlemen hampir selalu seragam dalam berbagai kasus yang menyulut amarah masyarakat?
Heryanto, Ariel (2025) “Tanpa Oposisi”, Kompas, 20/12/2025, https://www.kompas.id/artikel/tanpa-oposisi
kata kunci: G30S, Orde Baru, parlemen, protes, trias politika
Saya curiga, jangan-jangan salah satu bibit nafsu manusia paling universal itu hidup bermalas-malasan dalam kemewahan dari warisan atau penjarahan, berkuasa tanpa dibatasi hukum, sambil dilayani atau dipuja banyak orang.
Heryanto, Ariel (2025) “Feodal”, Kompas. 14/11/2025, https://www.kompas.id/artikel/feodal
kata kunci: bangsawan, dinasti, dosen, G30S, gaya hidup, gelar, kapitalisme, PRT
Tindakan represif polisi justru mengukuhkan pandangan kaum anarkis bahwa negara adalah sumber penderitaan dan malapetaka.
Heryanto, Ariel (2025) “Anarki”, Kompas, 11/10/2025, https://www.kompas.id/artikel/anarki
kata kunci: DPR, hukum, kekerasan, pidana, polisi, terorisme negara
Elite politik tidak harus peduli pada kepentingan atau tuntutan masyarakat. Berpuluh tahun mereka tidak butuh dukungan rakyat, kecuali pada hari pemilihan umum. Mereka bergantung pada hasil negosiasi dengan sesama elite. Hasilnya disahkan elite hukum dan diamankan elite aparat bersenjata.
Heryanto, Ariel (2025) “Kerusuhan Massa”, Kompas, 6/09/2025, https://www.kompas.id/artikel/kerusuhan-massa
kata kunci: DPR, elite, jelata , kelas menengah, Mei 1998, penjarahan, protes