Pesta Babi

Sia-sia membubarkan nobar film PB atau kampanye hitam tentangnya. Begitu juga usaha membatasi akses film PB lewat registrasi terpusat dan nobar resmi. Merdekalah PB!

Heryanto, Ariel (2026) “Pesta Babi”, Kompas, 29/05/2026, https://www.kompas.id/artikel/pesta-babi

kata kunci: Hindia Belanda, kolonial, nobar, pembajakan, Papua, settler colonialism, Timor

Media Sosial

Jika komunitas media sosial diibaratkan bangsa, mereka mirip negara berpenduduk lebih besar daripada negara mana pun di dunia. Komunitas digital raksasa itu dikuasai segelintir orang tanpa pemilu untuk berkuasa tanpa batas masa jabatan.

Heryanto, Ariel (2026) “Media Sosial”, Kompas, 27/02/2026, https://www.kompas.id/artikel/media-sosial

kata kunci: AI, data, demokrasi, digital, liberal, negara, rasional, teknologi

Teroris Teriak Teroris

Kini terorisme negara tampaknya mendekati atau mencapai puncak kejayaan dalam sejarahnya yang panjang. Mereka menjuluki musuh atau korban mereka sebagai “teroris”. Ibarat maling teriak maling.

Heryanto, Ariel (2026) “Teroris Teriak Teroris”, Kompas, 24/01/2026, https://www.kompas.id/artikel/teroris-teriak-teroris

kata kunci: Amerika Serikat, hukum, kolonialisme, Orde Baru, PBB, Venezuela

Feodal

Saya curiga, jangan-jangan salah satu bibit nafsu manusia paling universal itu hidup bermalas-malasan dalam kemewahan dari warisan atau penjarahan, berkuasa tanpa dibatasi hukum, sambil dilayani atau dipuja banyak orang.

Heryanto, Ariel (2025) “Feodal”, Kompas. 14/11/2025, https://www.kompas.id/artikel/feodal

kata kunci: bangsawan, dinasti, dosen, G30S, gaya hidup, gelar, kapitalisme, PRT

Kerusuhan Massa

Elite politik tidak harus peduli pada kepentingan atau tuntutan masyarakat. Berpuluh tahun mereka tidak butuh dukungan rakyat, kecuali pada hari pemilihan umum. Mereka bergantung pada hasil negosiasi dengan sesama elite. Hasilnya disahkan elite hukum dan diamankan elite aparat bersenjata.

Heryanto, Ariel (2025) “Kerusuhan Massa”, Kompas, 6/09/2025, https://www.kompas.id/artikel/kerusuhan-massa

kata kunci: DPR, elite, jelata , kelas menengah, Mei 1998, penjarahan, protes

Penutup Bangkai

Agresi Mei 1998 adalah teror terstrukur, sistematis, dan masif, dengan strategi dan sarana perang, organisasi, serta tenaga terlatih yang hanya dimiliki aparat keamanan negara. Kita harus berhenti menyebutnya ”huru-hara” atau ”kerusuhan”

Heryanto, Ariel (2025) “Penutup Bangkai”, Kompas, 02/08/2025, https://www.kompas.id/artikel/penutup-bangkai

kata kunci: agresi militer, Mei 1998, sejarah, teror negara