Media Sosial
Jika komunitas media sosial diibaratkan bangsa, mereka mirip negara berpenduduk lebih besar daripada negara mana pun di dunia. Komunitas digital raksasa itu dikuasai segelintir orang tanpa pemilu untuk berkuasa tanpa batas masa jabatan.
Heryanto, Ariel (2026) “Media Sosial”, Kompas, 27/02/2026, https://www.kompas.id/artikel/media-sosial
kata kunci: AI, data, demokrasi, digital, liberal, negara, rasional, teknologi
Teroris Teriak Teroris
Kini terorisme negara tampaknya mendekati atau mencapai puncak kejayaan dalam sejarahnya yang panjang. Mereka menjuluki musuh atau korban mereka sebagai “teroris”. Ibarat maling teriak maling.
Heryanto, Ariel (2026) “Teroris Teriak Teroris”, Kompas, 24/01/2026, https://www.kompas.id/artikel/teroris-teriak-teroris
kata kunci: Amerika Serikat, hukum, kolonialisme, Orde Baru, PBB, Venezuela
Tanpa Oposisi
Indonesia itu majemuk. Mengapa suara anggota parlemen hampir selalu seragam dalam berbagai kasus yang menyulut amarah masyarakat?
Heryanto, Ariel (2025) “Tanpa Oposisi”, Kompas, 20/12/2025, https://www.kompas.id/artikel/tanpa-oposisi
kata kunci: G30S, Orde Baru, parlemen, protes, trias politika
Feodal
Saya curiga, jangan-jangan salah satu bibit nafsu manusia paling universal itu hidup bermalas-malasan dalam kemewahan dari warisan atau penjarahan, berkuasa tanpa dibatasi hukum, sambil dilayani atau dipuja banyak orang.
Heryanto, Ariel (2025) “Feodal”, Kompas. 14/11/2025, https://www.kompas.id/artikel/feodal
kata kunci: bangsawan, dinasti, dosen, G30S, gaya hidup, gelar, kapitalisme, PRT
Anarki
Tindakan represif polisi justru mengukuhkan pandangan kaum anarkis bahwa negara adalah sumber penderitaan dan malapetaka.
Heryanto, Ariel (2025) “Anarki”, Kompas, 11/10/2025, https://www.kompas.id/artikel/anarki
kata kunci: DPR, hukum, kekerasan, pidana, polisi, terorisme negara
Kerusuhan Massa
Elite politik tidak harus peduli pada kepentingan atau tuntutan masyarakat. Berpuluh tahun mereka tidak butuh dukungan rakyat, kecuali pada hari pemilihan umum. Mereka bergantung pada hasil negosiasi dengan sesama elite. Hasilnya disahkan elite hukum dan diamankan elite aparat bersenjata.
Heryanto, Ariel (2025) “Kerusuhan Massa”, Kompas, 6/09/2025, https://www.kompas.id/artikel/kerusuhan-massa
kata kunci: DPR, elite, jelata , kelas menengah, Mei 1998, penjarahan, protes
Penutup Bangkai
Agresi Mei 1998 adalah teror terstrukur, sistematis, dan masif, dengan strategi dan sarana perang, organisasi, serta tenaga terlatih yang hanya dimiliki aparat keamanan negara. Kita harus berhenti menyebutnya ”huru-hara” atau ”kerusuhan”
Heryanto, Ariel (2025) “Penutup Bangkai”, Kompas, 02/08/2025, https://www.kompas.id/artikel/penutup-bangkai
kata kunci: agresi militer, Mei 1998, sejarah, teror negara
Anthony Reid
Tony satu dari sedikit perintis di garis terdepan dan paling tekun membangun jejaring lembaga kajian Asia yang berpusat di Asia sendiri. Beberapa karyanya membahas hebatnya posisi kaum perempuan Asia Tenggara pramodern. Keluarga di China, India, dan Timur Tengah lebih suka punya anak laki ketimbang perempuan; hal ini tidak terjadi dalam keluarga Asia Tenggara. Sebelum abad ke-19 perempuan Asia Tenggara memiliki kebebasan dan kewenangan ekonomi lebih besar dibandingkan kaum perempuan di Eropa.
Heryanto, Ariel (2025) “Anthony Reid”, Kompas, 21/06/2025, https://www.kompas.id/artikel/anthony-reid-2
kata kunci: Asia Tenggara, jender, maskulin, Mataram, modernitas, perempuan, sejarawan
Sejarah Bukan Propaganda
Berbeda dari indoktrinasi, pendidikan sejarah terbuka pada berbagai versi narasi tentang masa lampau. Sejarah bukan propaganda tentang dunia yang hitam-putih. Bukan sekadar kumpulan fakta, nama orang, tanggal dan peristiwa di masa lampau untuk dihafalkan anak didik. Wajar ada banyak versi sejarah. Di tangan para sarjana yang profesional, ilmu sejarah tidak dimaksudkan menyajikan kebenaran tunggal tentang masa lampau.
Heryanto, Ariel (2025) “Sejarah Bukan Propaganda”, Kompas, 17/05/2025, https://www.kompas.id/artikel/sejarah-bukan-propaganda
kata kunci: indoktrinasi, narasi, Orde Baru, revisi, sarjana
