Tanda Ketakberdayaan Rasialisme

Rasialisme tidak akan pernah mati. Di mana pun selalu ada rasialisme. Tetapi dibanding sepuluh tahun yang lalu, hal itu sudah berkurang secara sangat drastis. Sekarang ini toleransi multi ras sudah jauh Iebih baik.

Heryanto, Ariel (1994) “Tanda Ketakberdayaan Rasialisme”, wawancara DeTIK, 15-21 Juni 1994, hal. 15.

kata kunci: Cina, diskriminasi, nonpribumi, oposisi, pribumi selebaran

Media Sosial

Jika komunitas media sosial diibaratkan bangsa, mereka mirip negara berpenduduk lebih besar daripada negara mana pun di dunia. Komunitas digital raksasa itu dikuasai segelintir orang tanpa pemilu untuk berkuasa tanpa batas masa jabatan.

Heryanto, Ariel (2026) “Media Sosial”, Kompas, 27/02/2026, https://www.kompas.id/artikel/media-sosial

kata kunci: AI, data, demokrasi, digital, liberal, negara, rasional, teknologi

Teroris Teriak Teroris

Kini terorisme negara tampaknya mendekati atau mencapai puncak kejayaan dalam sejarahnya yang panjang. Mereka menjuluki musuh atau korban mereka sebagai “teroris”. Ibarat maling teriak maling.

Heryanto, Ariel (2026) “Teroris Teriak Teroris”, Kompas, 24/01/2026, https://www.kompas.id/artikel/teroris-teriak-teroris

kata kunci: Amerika Serikat, hukum, kolonialisme, Orde Baru, PBB, Venezuela

Feodal

Saya curiga, jangan-jangan salah satu bibit nafsu manusia paling universal itu hidup bermalas-malasan dalam kemewahan dari warisan atau penjarahan, berkuasa tanpa dibatasi hukum, sambil dilayani atau dipuja banyak orang.

Heryanto, Ariel (2025) “Feodal”, Kompas. 14/11/2025, https://www.kompas.id/artikel/feodal

kata kunci: bangsawan, dinasti, dosen, G30S, gaya hidup, gelar, kapitalisme, PRT

Kerusuhan Massa

Elite politik tidak harus peduli pada kepentingan atau tuntutan masyarakat. Berpuluh tahun mereka tidak butuh dukungan rakyat, kecuali pada hari pemilihan umum. Mereka bergantung pada hasil negosiasi dengan sesama elite. Hasilnya disahkan elite hukum dan diamankan elite aparat bersenjata.

Heryanto, Ariel (2025) “Kerusuhan Massa”, Kompas, 6/09/2025, https://www.kompas.id/artikel/kerusuhan-massa

kata kunci: DPR, elite, jelata , kelas menengah, Mei 1998, penjarahan, protes

Penutup Bangkai

Agresi Mei 1998 adalah teror terstrukur, sistematis, dan masif, dengan strategi dan sarana perang, organisasi, serta tenaga terlatih yang hanya dimiliki aparat keamanan negara. Kita harus berhenti menyebutnya ”huru-hara” atau ”kerusuhan”

Heryanto, Ariel (2025) “Penutup Bangkai”, Kompas, 02/08/2025, https://www.kompas.id/artikel/penutup-bangkai

kata kunci: agresi militer, Mei 1998, sejarah, teror negara

Anthony Reid

Tony satu dari sedikit perintis di garis terdepan dan paling tekun membangun jejaring lembaga kajian Asia yang berpusat di Asia sendiri. Beberapa karyanya membahas hebatnya posisi kaum perempuan Asia Tenggara pramodern. Keluarga di China, India, dan Timur Tengah lebih suka punya anak laki ketimbang perempuan; hal ini tidak terjadi dalam keluarga Asia Tenggara. Sebelum abad ke-19 perempuan Asia Tenggara memiliki kebebasan dan kewenangan ekonomi lebih besar dibandingkan kaum perempuan di Eropa.

Heryanto, Ariel (2025) “Anthony Reid”, Kompas, 21/06/2025, https://www.kompas.id/artikel/anthony-reid-2

kata kunci: Asia Tenggara, jender, maskulin, Mataram, modernitas, perempuan, sejarawan