1990_04_21_SM Mau Apa Dengan Emansipasi Wanita-c
Heryanto, Ariel (1990) “Mau Apa dengan Emansipasi Wanita”, Suara Merdeka, 21 April 1990, hal. VI.
kata kunci: Dunia Ketiga, emansipasi, feminisme, majemuk, Suara Merdeka, wanita
1990_04_21_SM Mau Apa Dengan Emansipasi Wanita-c
Heryanto, Ariel (1990) “Mau Apa dengan Emansipasi Wanita”, Suara Merdeka, 21 April 1990, hal. VI.
kata kunci: Dunia Ketiga, emansipasi, feminisme, majemuk, Suara Merdeka, wanita
1990_04_21_K Perempuan_Dibela atau Dihapuskan-c
Heryanto, Ariel (1990) “Perempuan = Dibela atau Dihapuskan?”, Kompas, 21 April 1990, hal. IV, V.
kata kunci: asimetri, dikotomi, gender, identitas, kodrat, Kompas, perempuan, seksual, wanita
Pertentangan “wanita” dan “perempuan” hanyalah pertentangan dua makna yang terkubur dalam kamus-kamus tua. Pertentangan ini hanya penting bagi segelintir elit yang punya kemewahan dan kenikmatan membuka-buka kamus antik.
Heryanto, Ariel (1990) “Perempuan atau Wanita?”, Gala, 11 Februari 1990, hal. I, XI.
kata kunci: bahasa, Gala, makna, kamus, perempuan, wanita
1990_01_27_SP Ideologi dan Estetika-c
Heryanto, Ariel (1990) “Ideologi dan Estetika”, Suara Pembaruan, 27 Januari 1990, hal. VI.
kata kunci: Bambang Widoyo, ideologi, Jawa, estetika, Suara Pembaruan, Teater Gapit, Tuk
1990_01_22_SP Bekerja Di Desa Tukang Becak-c
Heryanto, Ariel (1990) “Bekerja Di Desa Tukang Becak”, Suara Pembaruan, 22 Januari 1990, hal. V.
kata kunci: becak, Freire, Moelyono, Suara Pembaruan, Tegalrejo
1989_10_27_SP Memberi Makna Sumpah Pemuda 1928-c
Sumpah Pemuda 1928 terjadi bukan karena Indonesia ada. Sebaliknyalah. Sumpah itu diikrarkan dalam upaya MENGadaKAN Indonesia.
Heryanto, Ariel (1989) “Memberi Makna Sumpah Pemuda 1928”, Suara Pembaruan, 27 Oktober 1989, hal. VI, XI.
kata kunci: bangsa, Benedict Anderson, kekinian, pemaknaan, penjajah, sejarah, Suara Pembaruan, Sumpah Pemuda
1989_09_06_SP Kontradiksi dan Sensor Sosial-c
Heryanto, Ariel (1989) “Kontradiksi dan Sensor Sosial”, Suara Pembaruan, 6 September 1989, hal. VI, XII.
kata kunci: dualitas, film, kontradiksi, Pembalasan Ratu Laut Selatan, sensor, Suara Pembaruan
1989_06_10_SP Kebrutalan di Beijing-c
Heryanto, Ariel (1989) “Kebrutalan di Beijing”, Suara Pembaruan, 10 Juni 1989, hal. VI.
kata kunci: Beijing, internasional, solidaritas, Suara Pembaruan, Tianan Mien
1990_08_24_JP Globalisasi_Pudarnya Bangsa Negara 01-c
Heryanto, Ariel (1990) “Globalisasi: Pudarnya Bangsa-Negara?” (1/2), Jawa Pos, 24 Agustus 1990, hal. IV.
kata kunci: budaya, bangsa, globalisasi, Jawa Pos, nasional, negara
Tulisan berkait:
“Globalisasi: Pudarnya Bangsa-Negara?” (2/2)
“Kebudayaan Nasional: Ada atau Mengada-ada?”
1990_08_25_JP Globalisasi_Pudarnya Bangsa Negara 02-c
Heryanto, Ariel (1990) “Globalisasi: Pudarnya Bangsa-Negara?” (2/2), Jawa Pos, 25 Agustus 1990, hal. IV.
kata kunci: bangsa, globalisasi, Jawa Pos, Mangunwijaya, modernitas, pasca-Indonesia, negara
Tulisan berkait:
“Globalisasi: Pudarnya Bangsa-Negara?” (1/2)
“Kebudayaan Nasional: Ada atau Mengada-ada?”