Pancasila

Awalnya Pancasila dimaksudkan sebagai dasar negara yang adil merangkul berbagai ideologi progresif di negeri ini. Sejak Soekarno tersingkir, Pancasila dipertentangkan dan dibenturkan dengan beberapa ideologi besar dunia.

Heryanto, Ariel (2020) “Pancasila”, Kompas, 8/08/2020, https://www.kompas.id/baca/opini/2020/08/08/pancasila-9/

kata kunci: ideologi, Islamisme, kapitalisme, Soekarno, sosialisme

Solidaritas

Klik 2020_07_04_K Solidaritas-c

Berbagai ras dan etnik yang terpilih jadi sasaran kekerasan di awal kemerdekaan dianggap kurang atau bukan ”Indonesia asli”. Dari anggapan itu, dibangun anggapan berikutnya: mereka tidak atau kurang nasionalis.

Heryanto, Ariel (2020) “Solidaritas”, Kompas, 4/07/2020.
Versi terjemahan bahasa Inggris oleh redaksi tersedia di sini.

kata kunci: Bersiap, Black Lives Matter, Papua, Rasisme, Tionghoa

Mei 1998: Titik Balik Sejarah

Klik 2020_05_05_Kumparan Mei 1998-c

Kekerasan anti-Tionghoa Mei 1998 merupakan titik-balik dalam sejarah perubahan sosial dan kapitalisme Indonesia. Untuk pertama kalinya secara terlembaga, dan dalam jumlah besar2an warga kelas-menengah, urban, non-Tionghoa menolak kekerasan rasial itu. Mengapa?

Heryanto, Ariel (2020) “Mei 1998: Titik Balik Sejarah”, Kumparan, 5/05/2020, https://kumparan.com/ariel-heryanto/mei-1998-titik-balik-sejarah-1tLz94o9Ha4

kata kunci: Burjuasi, kelas sosial, Mei 1998, Orde Baru, rasisme, Tionghoa

Kenangan Ariel Heryanto Untuk Arief Budiman

Klik 2020_04_24_ABC Kenangan Ariel Heryanto Untuk Sahabatnya-c

Bukan sekedar dalam semangat, juga dalam berbusana Arief tampil ala aktivis muda. Bajunya itu-itu saja. Jumlahnya tidak banyak, dipakai berkali-kali.

Tutur bahasanya sederhana. Ia suka humor. Ia memilih gaya hidup yang disebutnya ‘kiri dan kere’, sekali pun rumahnya dua, lumayan mewah dan ia menerima gaji tetap sebagai guru besar sebuah universitas besar di Australia.

Heryanto, Ariel (2020) “Kenangan Ariel Heryanto Untuk Sahabatnya Intelektual Politik Arief Budiman”, ABC Indonesia, 24/04/2020, https://t.co/422EOVRwbg

kata kunci: akademik, aktivis, demonstran, Marxisme, Orde Baru, UKSW

Mutu Debat Publik Kita

Klik 2020_01_16_Tirto Mutu Debat Publik Kita-c

Pemahaman yang kompleks dan rumit membutuhkan uraian panjang yang tersusun utuh dan berfokus tajam. Diskusi demikian membutuh pranata komunikasi publik, yang sayangnya nyaris tak tersedia saat ini. Akibat selanjutnya: terjadi polarisasi besar-besaran dalam masyarakat, sehingga terbelah-belah. Masing-masing membela keyakinan dengan harga mati, sambil mencurigai yang berbeda sebagai ancaman.

Heryanto, Ariel (2020) “Mutu Debat Publik Kita”, Tirto, 16/01/2020, https://tirto.id/esM6

kata kunci: biner, iklan, media sosial, polarisasi, teknologi komunikasi, televisi

Dari Otak, Omong, hingga Otot

Klik 2019_09_25_kumparan Dari Otak, Omong, hingga Otot-c

Di Jawa, kasta dan nasib para aktivis mahasiswa Orde Baru berbeda jauh dari gerakan kaum muda dan mahasiswa segenerasi yang berkait atau dikait-kaitkan dengan aliran radikal Islam, komunisme, atau separatisme di Maluku, Papua, Timor Timur, dan Aceh.

Gerakan mahasiswa di Jawa masa kini pasti tidak gentar pada pasukan keamanan negara. Apalagi bila pasukan ini tidak segalak yang di Papua. Pertanyaannya, mampukah mereka melawan musuh yang lebih samar dan sulit dilawan, yakni rayuan mitos sebagai pahlawan yang gagah berani, sebelum kelak lulus kuliah lalu ditarik masuk dalam kawasan kekuasaan yang hari ini mereka lawan.

Heryanto, Ariel (2019) “Dari Otak, Omong, hingga Otot”, kumparan, 25/09/2019, https://t.co/bTUmzivqLF.

kata kunci: bujukan, gerakan, Jawa, kekerasan, mahasiswa, Orde Baru, Papua, Reformasi

Ketegangan di Papua dan hiper-nasionalisme di Indonesia

Klik 2019_09_13_C Ketegangan di Papua dan hiper-nasionalisme di Indonesia-c

Hiper-nasionalisme yang kini merebak merupakan pengkhianatan terhadap gagasan kebangsaan modern dan kosmopolitan yang dulu mengilhami tumbuhnya gerakan nasionalis Indonesia seabad lalu.

Di masa itu nasionalisme tidak terlepas dari internasionalisme. Juga tidak terlepas dari gagasan tentang kesetaraan dan martabat manusia secara global, sebagaimana telah diukir dan dimuliakan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar di negeri ini.

Heryanto, Ariel (2002) “Ketegangan di Papua dan hiper-nasionalisme di Indonesia”, The Conversation, 13/09/2019, https://t.co/2LVIKQGnVO.

kata kunci: fasisme, kolonialisme, lagu nasional, NKRI, Orde Baru, pribumi,

Kassandra, Siapa Yang Punya?

Klik 1994_12_11_SP Kassandra, Siapa Yang Punya-c

Di zaman ini kita dilatih bertubi-tubi sejak kecil untuk percaya, bekerja keras adalah mulia. Juga berhemat. Manusia jadi homo ekonomikus. Beristirahat, bergembira, berbelanja, dan menikmati hiburan dinyatakan sebagai musuh.

Ajaran itu tak sepenuhnya salah. Tapi bila ajaran itu dijadikan dogma sebagai kebenaran yang mutlak, maka hakikat kehidupan yang penuh nuansa menjadi terbelah dan penuh gelisah. Hiburan dianggap sebagai virus atau candu. Sedang bekerja sebagai kebajikan.

Heryanto, Ariel (1994) “Kassandra, Siapa Yang Punya?”, Surabaya Post, 11/12/1994: 8.

kata kunci: ibu rumah tangga, kenikmatan, kerja, pembantu rumah tangga, telenovela

Yang Terabaikan Dari Rekonsiliasi 2019

Klik 2019_07_17_Tirto Yang Terabaikan Dari Rekonsiliasi 2019-c

Indonesia merupakan proyek untuk masa depan bersama milik seluruh bangsa yang luar biasa majemuknya. Bukan warisan masa lampau yang sudah jadi atau selesai.

Perdebatan tentang ke-Indonesia-an yang dicita-citakan bersama itu belum pernah selesai. Ia menjadi proses yang terus hidup dan menampung kemajemukan Indonesia.

Heryanto, Ariel (2019) “Yang Terabaikan Dari Rekonsiliasi 2019”, Tirto, 17/07/2019, https://tirto.id/eelY

kata kunci: Arabisasi, Islami kemajemukan, Nusantara, Pilpres, toleransi

Menjadi Jawa & Muslim dalam Novel Mataram Karya Anthony Reid

Klik 2019_02_07 Menjadi Jawa & Muslim dalam Novel Mataram Karya Anthony Reid-c

Bagi saya, banyak yang menarik dari kisah tentang Jawa 400 tahun lalu yang dituturkan dalam Mataram. Dalam kesempatan di sini, ada dua yang ingin saya bahas.

Yang pertama, apa yang disebut “globalisasi”. Walau ramai dibahas di awal abad 21, globalisasi adalah kenyataan sehari-hari di Jawa 400 tahun lalu. Kedua, ketegangan antara sinkretisme Islam-Jawa versus Islam fundamentalis yang melanda perpecahan elite kerajaan maupun kehidupan rakyat sehari-hari, bahkan dalam satu keluarga.

Heryanto, Ariel (2019) “Menjadi Jawa & Muslim dalam Novel Mataram Karya Anthony Reid”, Tirto, 7/02/2019, https://tirto.id/menjadi-jawa-amp-muslim-dalam-novel-mataram-karya-anthony-reid-dfTj

kata kunci: fundamentalis, globalisasi, Pramoedya Ananta Toer, sejarah, sinkretisme