Secara ringkas, kasaran , dan garis besar dapat dikenali ada empat ragam kesusasteraan yang hidup dalam masyarakat Indonesia mutakhir. Masing-masing mempunyai variasi dan dan saling keterkaitan, sehingga kategori yang diusulkan di sini dapat dikatakan tak lebih dari tipe ideal belaka: (i) yang diresmikan atau diabsahkan; (ii) yang terlarang; (iii) yang diremehkan; (iv) yang dipisahkan.
Heryanto, Ariel (1988) “Masihkah Politik Jadi Panglima?”, Prisma, 17(8): 3-16.
kata kunci: absah, Jawa, LEKRA, panglima, politik, Pramoedya Ananta Toer, Prisma, resmi, terlarang
