Tidak ada satu pun karya sastra yang “kontekstual” sebagai karya itu sendiri. Yang ada hanyalah karya-karya sastra, semua karya sastra, yang kontekstual untuk suatu atau beberapa konteks tertentu.
Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (1/3)”, Basis, 35 (Januari): 33-38.
kata kunci: Basis, Claudine Salmon, estetika, gender, kaidah, phallus, resmi, sastra kontekstual
Tulisan terkait:
“Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (2/3)”
“Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)”
