Nonpribumi: Dibiarkan, Dibaurkan, atau Dibubarkan?

Yang namanya ‘komunitas’ etnis Tionghoa (atau Jawa, Jepang, Prancis) sebenamya tidak ada. Yang ada hanya usaha rekayasa mengada-adakan komunitas itu, untuk kepentingan politik-ekonomi-budaya satu atau beberapa kelompok berkuasa.

Heryanto, Ariel (1999) “Nonpribumi: Dibiarkan, Dibaurkan, atau Dibubarkan?” dalam Pergulatan Intelektual Dalam Era Kegelisahan, Sindhunata (ed.), Yogyakarta: Kanisius, hal. 185-200.

kata kunci: etnisitas, identitas, nonpribumi, tahayul, Tionghoa

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

arielheryanto

IG: arielheryanto twitter: @ariel_heryanto facebook: ariel.heryanto

3 tanggapan untuk “Nonpribumi: Dibiarkan, Dibaurkan, atau Dibubarkan?”

  1. Selamat Siang Pak Ariel Yang Baik,

    Sebelumnya perkenalkan Saya Farid F.T. Pada 19 Agustus 2019 kemarin saya telah mengunduh artikel/arsip berjudul “Nonpribumi: Dibiarkan, Dibaurkan, atau Dibubarkan?”, untuk menjadi salah satu bahan saya membuat konten Video di Youtube berjudul “Asal Usul Pribumi” dan sudah tayang pada 24 September 2019.

    Saya mengucapkan Terima Kasih atas tulisan-tulisan Pak Ariel Heryanto yang sangat bernas dan membantu saya melihat lebih jernih.

    Jika Pak Ariel berkenan untuk melihat, sila klik link berikut https://youtu.be/jLm7nLXFIlo

    Suka

Tinggalkan komentar