Ilmuwan tak pernah bebas dari kuasa dan politik, juga linguis yang kelihatannya hanya sibuk menjungkir-balik ejaan kata, awalan, atau bunyi kata. Ia dan kerjanya dibentuk dari-oleh-untuk kuasa, walau tidak langsung bersifat kekuasaan politik kenegaraan
Heryanto, Ariel (1992) “Pembakuan Bahasa dan Totalitarianisme”, Kritis, 7 (2): 18-28.
kata kunci: bahasa, elitisme, fasisme, ideologi, instrumentalis, komodifikasi, Kritis, negara, pembakuan, totalitarianisme
