Terorisme Negara

Bertolak belakang dari pemahaman umum selama ini, terorisme negara sesungguhnya merupakan bentuk pemerintahan yang sangat lazim . . . walau gaya, cakupan, dan keganasannya berbeda-beda.

Heryanto, Ariel (2006) “Terorisme Negara”, Tempo, 47/XXXIV/16 – 22 Januari 2006.

kata kunci: 1965, Amerika Serikat, liberal, demokratis, Perang Dingin, stabilitas keamanan, Tempo, Terorisme Negara

Mata-mata

Di Indonesia juga banyak teroris-terorisan. Tidak sedikit orang iseng menelepon sebuah toko, restoran, atau kantor dan mengaku telah meletakkan sebuah bom yang akan segera meledak. Apa jadinya bila teroris palsu ketemu mereka yang cuma seakan-akan antiteroris?

Heryanto, Ariel (2006) “Mata-mata”, Kompas, 12/02/2006.

kata kunci: aktivis, antiteror, Asal Usul, intel, Kompas, mata-mata, Playboy, pornografi, seakan-akan

Rancu

Klik 2006_03_26_K-AU Rancu-c

Sesekali mampirlah ke kantor polisi atau kejaksaan. Tengok bahasa mereka. Kalau Anda di situ karena diinterogasi, Anda pasti tahu dengan sendirinya. Hasil interogasi yang dinamakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bisa bikin jingkrak-jingkrak siapa pun yang peduli bahasa nasional, selain peduli keadilan.

Heryanto, Ariel (2006) “Rancu”, Kompas, 26/03/2006.

kata kunci: Asal Usul, bahasa, Berita Acara Pemeriksaan, Kompas, Orde Lama, penduduk asli, pribumi, RUU Antipornografi

Mata Pria

Ada beda seksualitas yin (feminin) dan yang (maskulin). Ini bukan beda pria dan perempuan. Setiap pria dan perempuan punya unsur yin dan yang.

Seksualitas maskulin ibarat lidah api yang menjilat-jilat ke atas. Orang dengan unsur maskulin kuat butuh kepuasan seks dalam rangka mencintai orang lain. Dari bawah perut ke ubun-ubun kesadaran.

Seksualitas feminin ibarat air, perlu ada gelombang cinta kasih di ubun-ubun kesadaran sebelum menetes ke bawah dan membangkitkan gairah seksual.

Heryanto, Ariel (2006) “Mata Pria”, Kompas, 7/05/2006.

kata kunci: Asal Usul, cinta, feminin, Kompas, maskulin, pornografi, RUU Antipornografi, seksualitas, yin yang