Budaya Pop

Pembajakan karya warga bawahan oleh elite merupakan kisah abadi yang berulang dalam sejarah. Begitulah sejarah musik jazz, rap dan tarian break-dance. Juga tato dan celana robek sebagai gaya hidup urban di kalangan elite gedongan.

Heryanto, Ariel (2022) “Budaya Pop”, Kompas, 6/08/2022, https://www.kompas.id/baca/opini/2022/08/02/budaya-pop

kata kunci: SCBD, Citayam, Dangdut, Inul

Bukannya Lupa

Sosok “tegas” (dalam arti hiper-maskulin) dirindukan di banyak negara. Kerinduan ini bisa muncul di mana saja, di saat masyarakat luas putus asa dan dikecewakan berat oleh lembaga hukum, politik, agama dan pendidikan. Ketika kekerasan dipandang menjadi cara paling lazim dan manjur untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Heryanto, Ariel (2022) “Bukannya Lupa”, Kompas, 21/05/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/05/20/bukannya-lupa

kata kunci: Ahok, Filipina, hoax, KDRT, sensor, teroris, Trump

Nyai Ontosoroh

Bumi Manusia merupakan kritik pascakolonial. Ia menembus dikotomi kolonial/antikolonial tanpa menyangkal bisa sepenuhnya bebas dari unsur-unsur tersebut. Ia berkisah tentang lahirnya Indonesia sebagai nasion gado-gado. Mirip Indo atau Peranakan. Di situ dikotomi kita/mereka berantakan.

Heryanto, Ariel (2022) “Nyai Ontosoroh”, Kompas, 16/04/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/04/15/nyai-ontosoroh

kata kunci: Belanda, Bersiap, Bumi Manusia, Eropa, Indo, kolonial, nasional, pascakolonial

Ilmuwan Berserikat

Kebebasan akademik bisa terus ditunggu dan diminta sebagai hadiah dari pemerintah. Bisa juga dicapai lewat perjuangan sendiri dari bawah lewat pembentukan asosiasi independen atau serikat para ilmuwan.

Heryanto, Ariel (2022) “Ilmuwan Berserikat”, Kompas, 5/02/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/02/04/ilmuwan-berserikat

kata kunci: akademik, BRIN, kritik, otonomi, pemerintah, peneliti

Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?

Kontroversi “Bersiap” meledak, bukan semata-mata karena sebuah artikel opini atau pameran tahun ini. Sumber masalahnya: sudah beberapa dekade peristiwa itu tak masuk dalam wacana resmi sejarah nasional di Belanda maupun di Indonesia. Ia hanya dibahas dengan pedih oleh beberapa warga pinggiran yang tersebar di berbagai kawasan dunia.

Heryanto, Ariel (2022) “Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?”, The Conversation, 28/01/22, https://theconversation.com/kapan-siap-menghadapi-bersiap-mendalami-polemik-periode-kekerasan-pasca-proklamasi-indonesia-175836

kata kunci: Belanda, dikotomi, Indo, kolonialisme, Tempoe Doelole

Kedaulatan RI

RI merintis kasus sukses pertama di dunia sebuah negara bekas jajahan mencapai dekolonisasi lewat PBB. Hasilnya menjadi inspirasi berbagai negara bekas terjajah lain. Tapi mengapa di RI sendiri peristiwa itu nyaris diabaikan?

Heryanto, Ariel (2021) “Kedaulatan RI”, Kompas, 27/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/27/kedaulatan-ri-dan-konferensi-meja-bundar-1949

kata kunci: dekolonisasi, diplomasi, gender, kolonial, KMB, pasca-kolonialisme, PBB

An English a translation is available as ” The Republic of Indonesia’s Sovereignty

Blusukan

Kuatnya pengetahuan tentang Indonesia di luar negeri hasil jerih payah peneliti mereka blusukan di berbagai sudut kehidupan Indonesia. Bukan hanya atas prakarsa pribadi, melainkan juga dukungan dana dari negara serta imbalan menggiurkan bagi yang berprestasi.

Heryanto, Ariel (2021) “Blusukan”, Kompas, 18/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/18/blusukan-4

kata kunci: ilmu, kelas menengah, kuasa, peneliti, pengetahuan, perjalanan

Nama Jalan

Tokoh sejarah yang paling memukau untuk dibahas bukan para pahlawan nasional. Bukan lawan mereka. Bukan para pengkhianat. Tetapi mereka yang tak gampang masuk salah satu kategori itu. Ada miripnya pahlawan. Sekaligus ada miripnya pengkhianat.

Heryanto, Ariel (2021) “Nama Jalan”, Kompas, 13/11/2021, https://www.kompas.id/baca/gaya-hidup/2021/11/13/nama-jalan-4

kata kunci: Belanda, Joris Ivens, pahlawan, pengkhianat, Timor Leste