WWR 1995an_Karena slogan Luberdan Jurdil-c
“Karena slogan Luber dan Jurdil”, Swadesi, 1995-an, tanggal dan tahun tidak jelas.
kata kunci: ABRI, Golkar, ormas, OTB, slogan
WWR 1995an_Karena slogan Luberdan Jurdil-c
“Karena slogan Luber dan Jurdil”, Swadesi, 1995-an, tanggal dan tahun tidak jelas.
kata kunci: ABRI, Golkar, ormas, OTB, slogan
WWR 1995_ThVIII-No10_SINTESA Nasionalisme-c
“Nasionalisme: Antara Nation-State dan Fiksi”, wawancara Amien, Evi, dan Sopril, Sintesa, 8(10), 1995: 20-21.
kata kunci: fiksi, nasionalisme, negara, teritori, VOC
Arsipnya Hilang
Urutan dari yang paling mutakhir ke yang lebih tua. Sebagian dapat diakses dalam bentuk teks sederhana (plain text) di situs ini.
=======================
(2) Karya Terjemahan
9-12 Juli 1980 : Yayasan Teater Nasional mementaskan Perangkap Tikus, terjemahan Ariel Heryanto dari The Mouse Trap karya Agatha Christie, di Bali Room Hotel Indonesia, sutradara Galeb Husin, pemain Rahayu Efendi, Deddy Mizwar, Yuanita Pranoto.
10-11 April 1992: “Nirtata Dunia Baru”, Bernas, 10-11 April 1992 terjemahan Ariel Heryanto dari “New World Disorder”, ceramah Ben Anderson yang dipublikasikan 24 Hour, special supplement, February 1992, pp. 41-46.
WWR 1995_12_18_WAWASAN Keterbukaan-c
“Siapa pun tak bisa tolak keterbukaan”, wawancara Mashuri AK dkk, Wawasan, 18/12/1995.
kata kunci: demokrasi, HAM, keterbukaan, PDI, SIUPP, PTUN
WWR 1995_12_04_REPUBLIKA ICMI banyak Membawa Nuansa Baru-c
“ICMI banyak Membawa Nuansa Baru”, wawancara Edy Setiyoko, suplemen Republika, 4/12/1995: 10.
kata kunci: aliran, globalisasi, ICMI, Islam, sektarian
WWR 1995_11_12_MEDIA INDONESIA Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong-c
“Kondisi masyarakat di tahun 1995 ini jauh berbeda dengan tahun 1970 atau 1980-an. Pertama, dapat kita lihat reaksi orang. Kebanyakan orang tak percaya lagi akan bahaya komunisme. Kedua, orang justru marah dan menantang. ‘Tunjukkan! Kalau tidak benar, saya gugat kamu.’ Coba Anda lihat di tahun 1970-an. Mana ada orang yang berani berkata begitu. Yang ketiga, orang menjadi tak peduli. Ini yang menurut saya menarik.”
“Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong”, wawancara, Media Indonesia, 12/11/1995: 8.
kata kunci: hak berserikat, PKI, OTB, UKSW, ormas
WWR 1995_10_12_TIRAS Menjaga Pahlawan-c
“Menjaga Pahlawan agar Tetap Suci”, wawancara, Tiras, 1(37/12 Oktober) 1995: 78-79.
kata kunci: bahasa, nama, pahlawan, sejarah
WWR 1995_08_27_REPUBLIKA Sastra Indonesia Bingung-c
“KaIau kita bayangkan sastra itu universaI, saya anggap itu tidak ada. Jadi, yang namanya drama, novel, puisi, cerber, cerbung, itu tidak ada. lni merupakan produk peradaban masyarakat modern. Yang bisa dianggap agak universal adalah kenyataan bahwa manusia itu tidak pernah lepas dari kebutuhan kenikmatan untuk mendongeng dan mendengar dongeng.”
“Sastra Indonesia sedang Dilanda Kebingungan”, wawancara Edy Setiyoko, Republika, 27/08/1995: 12.
kata kunci: digital, dongeng, industri, kenikmatan, media, sastra, video
WWR 1995_03_23_TIRAS Menebak Isi Kotak Misterius-c
“Menebak lsi Kotak Misterius”, wawancara, Tiras 1(8/ 23 Maret) 1995: 74-75.
kata kunci: desas-desus, gosip, komunikasi, media massa, politik
WWR 1995_02_08_JP Sisa-sia Laskar Pajang-c
“Sisa-Sisa Laskar Pajang”, wawancara, Jawa Pos, 8/02/1995: 7.
kata kunci: demokrasi, industri, majemuk, media, modal, pers, sensor