WWR 1998_06_26_B Ada Kelompok Yang Sengaja Dikirim-c
“Ada Kelompok yang Sengaja Dikirim”, wawancara, Bernas, 26/06/1998, hal.1, 7.
kata kunci: Cina, Mei 1998, militer, perkosaan, rasisme
WWR 1998_06_26_B Ada Kelompok Yang Sengaja Dikirim-c
“Ada Kelompok yang Sengaja Dikirim”, wawancara, Bernas, 26/06/1998, hal.1, 7.
kata kunci: Cina, Mei 1998, militer, perkosaan, rasisme
WWR 1997_11_10_TIRAS Kita Dilatih Takut Ber-BI-c
Tadinya memang namanya bukan bahasa Indonesia, tetapi bahasa Melayu. Dan karakternya yang terpenting adalah keterbukaan yang luar biasa. Keterbukaan untuk menerima pengaruh dari bahasa-bahasa yang macam-macam. Ini saya kira pelajaran yang terpenting untuk kita di zaman apa pun, bahwa keterbukaan dan pertemuan antarbudaya merupakan sumber dinamika dan energi yang luar biasa.
Sekarang ini kan di mana-mana banyak orang justru mengejar keaslian, kemurnian sesuatu, dan mencoba membersihkan campur-aduk percampuran berbagai macam kebudayaan. Ini justru menakutkan sekali. Justru kalau kita lihat, bahasa Melayu itu menerima apa saja. Bahasa Arab ditampung. Bahasa Portugis ditampung. Bahasa Inggris, bahasa Cina ditampung. Bahasa Jawa ditampung.
“Kita Dilatih Takut Berbahasa Indonesia”, wawancara Anton Bahtiar Rifa’i, Tiras, 3(41/ 10 Nopember) 1997: 56-58.
kata kunci: asing, bahasa, elitisme, keraton, Melayu, pedagang, terbuka
Catatan: bagian akhir terpotong.
WWR 1996_XXV-234_BUSOS Semua Mahluk di Bumi Itu Nonpri-c
“Semua Mahluk di Bumi Ini ‘Non-Pribumi’”, wawancara, Busos, XXV (234), 1996: 6-23.
kata kunci: borjuasi, Cina, etnisitas, kolonial, konstruksi sosial, material, non-pribumi, stereotipe, To Liang To
WWR 1996_08_20 TARGET Orang Akan Berpikir Ulang Untuk Turun Ke Jalan-c
“Orang Akan Berpikir Ulang Untuk Turun Ke Jalan”, wawancara, Target, 1 (15), 20-26 Agustus 1996: 11.
kata kunci: demonstrasi, komunis, PDI, PRD, Sandyawan
WWR 1996_02_24_SM Sebuah Era untuk Pengusaha-c
“Sebuah Era Untuk Pengusaha”, wawancara, Suara Merdeka, 24/02/1996: 7.
kata kunci: hukum, izin, kritik, pengusaha, protes, sensor
WWR 1996_01_04_TIRAS Negara Berbagi Dengan Pengusaha-c
T:Perkembangan politik apa yang paling substantif selama tahun 1995?
J: Perkembangan politik paling penting selama tahun lalu, atau katakanlah selama dua-tiga tahun terakhir, adalah suatu transisi menuju apa yang sebut sebagai pasca-Orde Baru. . . . Pusat kekuasaan, saya katakan lagi, beralih dari birokrasi negara, baik sipil maupun militer. Kalaupun tidak turun atau tidak kehilangan kekuasaan, minimal mereka harus berbagi dengan pengusaha. Di DPR itu bukan cuma jumlah ABRI yang berkurang. Tapi profesional dan pengusaha di sana sekarang ini bertambah. PP 20/94, itu suatu “Supersemar” dari kekuasaan negara ke modal asing dan modal domestik.
“Negara Harus Berbagi dengan Pengusaha”, wawancara H. W. Setiawan, Tiras, 1(4/Januari) 1996: 45.
kata kunci: Asia, kapitalisme, pasca-Orde Baru, pengusaha, transisi
WWR 1995an_Karena slogan Luberdan Jurdil-c
“Karena slogan Luber dan Jurdil”, Swadesi, 1995-an, tanggal dan tahun tidak jelas.
kata kunci: ABRI, Golkar, ormas, OTB, slogan
WWR 1995_ThVIII-No10_SINTESA Nasionalisme-c
“Nasionalisme: Antara Nation-State dan Fiksi”, wawancara Amien, Evi, dan Sopril, Sintesa, 8(10), 1995: 20-21.
kata kunci: fiksi, nasionalisme, negara, teritori, VOC
Arsipnya Hilang
Urutan dari yang paling mutakhir ke yang lebih tua. Sebagian dapat diakses dalam bentuk teks sederhana (plain text) di situs ini.
=======================
(2) Karya Terjemahan
9-12 Juli 1980 : Yayasan Teater Nasional mementaskan Perangkap Tikus, terjemahan Ariel Heryanto dari The Mouse Trap karya Agatha Christie, di Bali Room Hotel Indonesia, sutradara Galeb Husin, pemain Rahayu Efendi, Deddy Mizwar, Yuanita Pranoto.
10-11 April 1992: “Nirtata Dunia Baru”, Bernas, 10-11 April 1992 terjemahan Ariel Heryanto dari “New World Disorder”, ceramah Ben Anderson yang dipublikasikan 24 Hour, special supplement, February 1992, pp. 41-46.
WWR 1995_12_18_WAWASAN Keterbukaan-c
“Siapa pun tak bisa tolak keterbukaan”, wawancara Mashuri AK dkk, Wawasan, 18/12/1995.
kata kunci: demokrasi, HAM, keterbukaan, PDI, SIUPP, PTUN