Negara Harus Berbagi dengan Pengusaha

WWR 1996_01_04_TIRAS Negara Berbagi Dengan Pengusaha-c

T:Perkembangan politik apa yang paling substantif selama tahun 1995?
J: Perkembangan politik paling penting selama tahun lalu, atau katakanlah selama dua-tiga tahun terakhir, adalah suatu transisi menuju apa yang sebut sebagai pasca-Orde Baru. . . . Pusat kekuasaan, saya katakan lagi, beralih dari birokrasi negara, baik sipil maupun militer. Kalaupun tidak turun atau tidak kehilangan kekuasaan, minimal mereka harus berbagi dengan pengusaha. Di DPR itu bukan cuma jumlah ABRI yang berkurang. Tapi profesional dan pengusaha di sana sekarang ini bertambah. PP 20/94, itu suatu “Supersemar” dari kekuasaan negara ke modal asing dan modal domestik.

“Negara Harus Berbagi dengan Pengusaha”, wawancara H. W. Setiawan, Tiras, 1(4/Januari) 1996: 45.

kata kunci: Asia, kapitalisme, pasca-Orde Baru, pengusaha, transisi

Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong

WWR 1995_11_12_MEDIA INDONESIA Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong-c

“Kondisi masyarakat di tahun 1995 ini jauh berbeda dengan tahun 1970 atau 1980-an. Pertama, dapat kita lihat reaksi orang. Kebanyakan orang tak percaya lagi akan bahaya komunisme. Kedua, orang justru marah dan menantang. ‘Tunjukkan! Kalau tidak benar, saya gugat kamu.’ Coba Anda lihat di tahun 1970-an. Mana ada orang yang berani berkata begitu. Yang ketiga, orang menjadi tak peduli. Ini yang menurut saya menarik.”

“Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong”, wawancara, Media Indonesia, 12/11/1995: 8.

kata kunci: hak berserikat, PKI, OTB, UKSW, ormas

Sastra Indonesia sedang Dilanda Kebingungan

WWR 1995_08_27_REPUBLIKA Sastra Indonesia Bingung-c

“KaIau kita bayangkan sastra itu universaI, saya anggap itu tidak ada. Jadi, yang namanya drama, novel, puisi, cerber, cerbung, itu tidak ada. lni merupakan produk peradaban masyarakat modern. Yang bisa dianggap agak universal adalah kenyataan bahwa manusia itu tidak pernah lepas dari kebutuhan kenikmatan untuk mendongeng dan mendengar dongeng.”

“Sastra Indonesia sedang Dilanda Kebingungan”, wawancara Edy Setiyoko, Republika, 27/08/1995: 12.

kata kunci: digital, dongeng, industri, kenikmatan, media, sastra, video