Gairah versus Disiplin

1996_02_08_SURABAYA POST Gairah Versus Disiplin-c

Heryanto, Ariel (1996) “Gairah versus Disiplin”, Surabaya Post, 8 Pebruari 1996, hal. 6.

kata kunci: gairah, Gerakan Disiplin Nasional, kapitalisme, konsumerisme, oriental, pembangunan, peranakan Cina, progresif, Surabaya Post

Negara Bukan Pemerintah

Pemerintah tidak sama dengan negara, dan tidak mewakili kepentingan negara dalam segala bidang. Biasanya suatu pemerintah mendapatkan kedudukan yang istimewa dalam negara melewati proses pemilihan umum (Pemilu). Dalam negara yang kuat pemerintah bisa berubah-ubah tanpa mengancam lembaga negara dan kehidupan bernegara.

Heryanto, Ariel (1996) “Negara Bukan Pemerintah”, Kompas, 1, Pebruari 1996, hal. 4-5.

kata kunci: bangsa, Ben Anderson, Empu Gandring, Hindia Belanda, masyarakat sipil, pemilu, Undang-Undang Anti-Subversi

Kecelakaan

Seorang pedagang kecil berurusan panjang dengan rumah sakit karena didesak membayar ongkos perawatan darurat bagi korban kecelakaan yang ditolongnya.

Seorang sopir taksi bersumpah tidak lagi menjamah korban kecelakaan. Ia mengaku pernah belasan tahun menolong korban kecelakaan. Suatu kali ia dan teman-temannya ditahan sehari-semalam dan disiksa babak-belur, gara-gara ada laporan si korban kecelakaan kehilangan seribu rupiah.

Heryanto, Ariel (1996) “Kecelakaan”, Kompas, 14 Januari 1996, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, kekerasan struktural, kelas menengah, Kompas, kota, lalu-lintas, pribadi, Sahetapy

Fenomena Pasca-Orde Baru

Yang kini melumpuhkan aktivisme mahasiswa bukan semprotan gas air mata Brimob, tapi semprotan parfum Paris. Daya tahan pejuang hak asasi manusia tak lagi diuji di ruang interogasi markas kodim atau polres. Tapi di plaza, coffee shop, diskotek, dan persaingan karir.

Heryanto, Ariel (1995) “Fenomena Pasca-Orde Baru”, Forum Keadilan, No.17, Th. IV, 4 Desember 1995, hal. 45.

kata kunci: Forum Keadilan, generasi, idola, iklan, jilbab, kapitalisme, Kopkamtib, militer, negara, pasar, pasca-Orde Baru, swasta