Dalam satu hal yang sangat mendasar, kerja seniman tak berbeda dari kerja tukang kayu, koki di warung, hakim di pengadilan atau editor di kantor redaksi. Semuanya tidak bekerja di luar sejarah, walau bekerja individual. Tak di luar planet atau ruang hampa. Semuanya boleh mempersetankan uang, tapi kondisi kesejarahan tidak bakalan mempersetankan mereka
Heryanto, Ariel (1991) “Kapitalisme dan Kebudayaan” (1/2), Bernas, 9 Agustus 1991, hal. 4.
kata kunci: historis, modernisasi, Orde Baru, pembangunan
Tulisan berkait:
“Kapitalisme dan Kebudayaan (2/2)”
“Harga Seniman dan Kapitalisme”
1991_08_06 Rizal M Tanggapi AH-c
1991_08_15 Arizal Malna-c
1991_08_19 Denny JA-c
