1991_04_06_SM Politik yang Dipolitisir-c
Heryanto, Ariel (1991) “Politik yang Dipolitisir”, Suara Merdeka, 6 April 1991, hal. VI.
kata kunci: John Pemberton, Kedung Ombo, politik, represi, Suara Merdeka, Tanah untuk Rakyat
1991_04_06_SM Politik yang Dipolitisir-c
Heryanto, Ariel (1991) “Politik yang Dipolitisir”, Suara Merdeka, 6 April 1991, hal. VI.
kata kunci: John Pemberton, Kedung Ombo, politik, represi, Suara Merdeka, Tanah untuk Rakyat
1991_03_25_K Agenda Studi Kebudayaan-c
Heryanto, Ariel (1991) “Agenda Studi Kebudayaan”, Kompas, 25 Maret 1991, hal. 4.
kata kunci: ilmu, kebudayaan, kekuasaan, Kompas, konsep, pengertian, seni
Catatan: Karena khilaf, Kompas menerbitkan ulang kolom ini pada edisi 16 Juli 1991, hal. 4.
Materialisme tidak mendorong orang menyembah dan memburu materi. Sebaliknya! Materialisme mengajak orang waspada terhadap perbudakan manusia oleh materi, dengan cara menganalisa gejala material itu sendiri. Bukan berpaling darinya.
Heryanto, Ariel (1991) “Romantisme, Idealisme dan Materialisme”, Bernas, 1 Maret 1991, hal. 4.
kata kunci: Bernas, romantisme, idealisme, LEKRA, Manifes Kebudayaan, Marxisme, materialisme
1991_02_21_BERNAS Ilmuwan Jangan Buang Plesetan-c
Heryanto, Ariel (1991) “Ilmuwan Jangan Buang ‘Plesetan’ ke ‘Tong Sampah Budaya’”, Bernas, 21 Pebruari, 1991, hal. 6.
kata kunci: bahasa, Bernas, budaya, Budiawan, Hairus Salim, kekerasan, makna, plesetan
1991_02_11_BERNAS Peta Budaya Politik Kita-c
Heryanto, Ariel (1991) “Peta Budaya Politik Kita: Dari Seniman Sampai Demonstran”, Bernas, 11 February, 1991, hal. 6.
kata kunci: Bernas, budaya, dana, demonstran, partai politik, Pembangunan, seniman, sponsor
1991_02_08 BERNAS_Pers Sebagai Kekuatan Sosial-2-c
Heryanto, Ariel (1991) “Pers Sebagai Kekuatan Sosial (2)”, Bernas, 8 February 1991, hal. 4.
kata kunci: Bernas, industri, kapitalisme, kekuatan sosial, pers, protagonis, sejarah, Muslim
Tulisan terkait:
“Pers Sebagai Kekuatan Sosial (1)”
1991_02_07 BERNAS_Pers Sebagai Kekuatan Sosial-1-c
Heryanto, Ariel (1991) “Pers Sebagai Kekuatan Sosial (1)”, Bernas, 7 February 1991, hal. 4.
kata kunci: Bernas, bredel, kekuatan sosial, komersial, iklan, modal, Noam Chomsky, pers
Tulisan terkait:
“Pers Sebagai Kekuatan Sosial (2)”
1991_01_07 BERNAS_Fantasi Pop Tahun 1990-c
Heryanto, Ariel (1991) “Fantasi Pop Tahun 1990/1991”, Bernas, 7 Januari 1991, hal. IV.
kata kunci: Bernas, Cinderella, fantasi, Hollywood, nasib, Pretty Woman, Saur Sepuh
Dalam proses perubahan sosial tampak ada suatu atau beberapa kelompok sosial yang (sengaja atau tidak) menjadi ujung tombak perubahan. Biasanya bukan karena mereka makhluk super. Tetapi karena pergolakan sejarah untuk sementara sedang menguntungkan mereka, menguatkan mereka dan memaksa mereka ber’ada di garis terdepan perubahan itu.
Heryanto, Ariel (1990) “Intelektual”, Editor, Th. IV, No. 14, 15 Desember 1990, hal. 78-79.
kata kunci: borjuis, Editor, intelektual, kelas menengah, kesenjangan, Pierre Bourdieu, perubahan, sejarah
Bagi kaum feminis, perkosaan adalah bentuk biadab dari penindasan wanita, sedang romantika cinta dan pernikahan merupakan bentuk penindasan berwajah canggih dan indah-memukau terhadap kaumnya. Pernikahan pada prinsipnya dianggap sebagai praktek subordinasi kaum wanita itu di bawah kekuasaan kaum pria. Itu sebabnya wanita dewasa yang bebas dari lembaga pernikahan (perawan-tua, janda, pelacur) selalu jadi ancaman bagi stabilitas kekuasaan pria.
Heryanto, Ariel (1990) “Cinta Romantis, Resah Feminis”, Tiara, 25 November 1990, hal. 54-55.
kata kunci: cinta, feminis, Karmila, nikah, perkosaan, romantis, Tiara