Bersiap: a shared history of mass violence that haunts Indonesia and the Netherlands

Bersiap is only part of a bigger story of mass violence during the 1940s. The latter itself is part of a bigger story of centuries-old colonialism and decolonialisation. What makes Bersiap slightly distinct is its absence in the official histories of both the Netherlands and Indonesia.

Heryanto, Ariel (2022) “Bersiap: a shared history of mass violence that haunts Indonesia and the Netherlands”, The Conversation, 17/02/2022, https://theconversation.com/bersiap-a-shared-history-of-mass-violence-that-haunts-indonesia-and-the-netherlands-176477

Key words: Bersiap, colonial, Dutch, Indo, Indisch, revolusi, Rijksmuseum

Ilmuwan Berserikat

Kebebasan akademik bisa terus ditunggu dan diminta sebagai hadiah dari pemerintah. Bisa juga dicapai lewat perjuangan sendiri dari bawah lewat pembentukan asosiasi independen atau serikat para ilmuwan.

Heryanto, Ariel (2022) “Ilmuwan Berserikat”, Kompas, 5/02/2022, https://www.kompas.id/baca/analisis-budaya/2022/02/04/ilmuwan-berserikat

kata kunci: akademik, BRIN, kritik, otonomi, pemerintah, peneliti

Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?

Kontroversi “Bersiap” meledak, bukan semata-mata karena sebuah artikel opini atau pameran tahun ini. Sumber masalahnya: sudah beberapa dekade peristiwa itu tak masuk dalam wacana resmi sejarah nasional di Belanda maupun di Indonesia. Ia hanya dibahas dengan pedih oleh beberapa warga pinggiran yang tersebar di berbagai kawasan dunia.

Heryanto, Ariel (2022) “Kapan siap menghadapi ‘Bersiap’?”, The Conversation, 28/01/22, https://theconversation.com/kapan-siap-menghadapi-bersiap-mendalami-polemik-periode-kekerasan-pasca-proklamasi-indonesia-175836

kata kunci: Belanda, dikotomi, Indo, kolonialisme, Tempoe Doelole

The Republic of Indonesia’s Sovereignty

Indonesia’s was the first case of successful formal decolonization through the UN. It inspired several other former colonies. But why has there been no celebration for such important history achievement in Indonesia? Why has it been almost entirely ignored?

Heryanto, Ariel (2021) “The Republic of Indonesia’s Sovereignty”, Kompas, 27/12/2021, https://www.kompas.id/baca/english/2021/12/27/the-republic-of-indonesias-sovereignty

kata kunci: decolonization, diplomacy, gender, colonial, Roundtable Coonferenece, post-colonialism, UN

This article is a translation of the original in Indonesian “Kedaulatan RI

Kedaulatan RI

RI merintis kasus sukses pertama di dunia sebuah negara bekas jajahan mencapai dekolonisasi lewat PBB. Hasilnya menjadi inspirasi berbagai negara bekas terjajah lain. Tapi mengapa di RI sendiri peristiwa itu nyaris diabaikan?

Heryanto, Ariel (2021) “Kedaulatan RI”, Kompas, 27/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/27/kedaulatan-ri-dan-konferensi-meja-bundar-1949

kata kunci: dekolonisasi, diplomasi, gender, kolonial, KMB, pasca-kolonialisme, PBB

An English a translation is available as ” The Republic of Indonesia’s Sovereignty

Blusukan

Kuatnya pengetahuan tentang Indonesia di luar negeri hasil jerih payah peneliti mereka blusukan di berbagai sudut kehidupan Indonesia. Bukan hanya atas prakarsa pribadi, melainkan juga dukungan dana dari negara serta imbalan menggiurkan bagi yang berprestasi.

Heryanto, Ariel (2021) “Blusukan”, Kompas, 18/12/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/12/18/blusukan-4

kata kunci: ilmu, kelas menengah, kuasa, peneliti, pengetahuan, perjalanan

Nama Jalan

Tokoh sejarah yang paling memukau untuk dibahas bukan para pahlawan nasional. Bukan lawan mereka. Bukan para pengkhianat. Tetapi mereka yang tak gampang masuk salah satu kategori itu. Ada miripnya pahlawan. Sekaligus ada miripnya pengkhianat.

Heryanto, Ariel (2021) “Nama Jalan”, Kompas, 13/11/2021, https://www.kompas.id/baca/gaya-hidup/2021/11/13/nama-jalan-4

kata kunci: Belanda, Joris Ivens, pahlawan, pengkhianat, Timor Leste

Pancasila Sejak Orde Baru

Sejak Orde Baru berkuasa, Pancasila berubah radikal. Dari sebuah wadah luas yang merangkul berbagai ideologi progresif kini ia ditampilkan sebagai “ideologi” tersendiri, terpisah dari yang lain. Fungsi utamanya bukan lagi menampung keragaman demi persatuan nasional, tetapi menolak dan melarang berbagai ideologi global yang telah berjasa memperjuangkan kelahiran republik ini sejak awal abad 20.

Heryanto, Ariel (2021) “Pancasila Sejak Orde Baru”, Kompas, 06/11/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/11/06/pancasila-sejak-orde-baru

kata kunci: ideologi, Islamisme, Komunisme, pemberontakan, Soekarno

Jerat Warisan Bahasa Orde Baru

Rezim Orde Baru sudah tumbang. Tapi sebuah rezim yang baru belum bertumbuh. Dalam masa transisi yang vakum ideologis ini masyarakat dan negara pasca-Orde Baru jadi gamang. Orde Baru sudah meninggalkan Indonesia, tetapi Indonesia belum meninggalkan Orde Baru.

Heryanto, Ariel (2021) “Jerat Warisan Bahasa Orde Baru”, Mojok, 15/10/2021, https://mojok.co/esai/jerat-warisan-bahasa-orde-baru/

kata kunci: 1965, diamankan, Hukum, Oknum, Orde Lama, PKI, Soeharto, tentara

Buku

Tak adil jika dosen Indonesia dituntut bersaing dengan rekan-rekannya di negara yang selama ini dominan di dunia dalam produksi karya ilmiah. Bukan saja karena terbatasnya fasilitas di Tanah Air sendiri. Bukan saja karena mereka dituntut membaca dan menulis dalam bahasa asing.

Tak jarang, kerja penelitian mereka dibatasi arahan dari atasan. Apalagi jika ada sejumlah tabu, sensor, dan gelombang ancaman pidana yang menghantui kemerdekaan membaca, meneliti, dan menulis.

Heryanto, Ariel (2021) “Buku”, Kompas, 9/10/2021, https://www.kompas.id/baca/opini/2021/10/09/buku-13/

kata kunci: Ben Anderson, Dandhy Dwi Laksono, dosen, editor, intelektual, penerbit, penerjemah, pustakawan, Soewardi Soerjaningrat, Watchdoc