Dengan pemetaan seperti itu, kita tidak akan mencari kelas menengah berdasarkan jumlah gaji, harta atau tingkat dan pola konsumsi yang diperkirakan berada di tengah-tengah kelompok lain yang serba berlebih (kelas atas) dan mereka yang serba berkekurangan (kelas bawah). Kelas menengah bukanlah kapitalis kecil atau proletariat besar.
Heryanto, Ariel (1993) “Memperjelas Sosok yang Samar”, Kata Pengantar, dalam Politik Kelas Menengah Indonesia, Richard Tanter and Kenneth Young (eds.), Jakarta: LP3ES, hal. ix-xxv.
kata kunci: borjuis, gaya hidup, identitas, ideologi, kapitalisme, kelas menengah, konsep, Marxisme, sosok
