Di negara-negara demokratis-liberal Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australia, demokrasi sudah memiliki status nyaris sud religius. Di masyarakat seperti ini, tersedia toleransi besar bagi penghujatan dan caci-maki kepala negara, atau bahkan kepada agama dan Tuhan. Tetapi nyaris tidak terdengar gugatan terhadap demokrasi. Karena sudah diterima sebagai barang yang keramat dan suci, demokrasi sebagai gagasan dasar tidak lagi dipertanyakan.
Heryanto, Ariel (2011) “Mungkinkah Yang Salah Demokrasi”, Maarif, Vol 6, No.1, April 2011: 11-20.
kata kunci: demokrasi, liberalisme, Maarif
