Plesetan seringkali diperdebatkan terutama dalam fungsinya sebagai tanggapan politik kaurn yang lemah terhadap tata sosial dan penguasa yang lalim. Dalam perdebatan semacam itu sering terjadi polarisasi di antara mereka yang meyakini plesetan sebagai senjata ampuh kaum lemah melawan mereka yang mengingatkan bahwa plesetan bukanlah senjata perlawanan tetapi hanyalah sebentuk pelarian diri dari kenyataan yang sulit.
Heryanto, Ariel (1996) “Pelecehan dan Kesewenang-wenangan Berbahasa; Plesetan dalam Kajian Bahasa dan Politik di Indonesia” dalam PELLBA 9; Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atma Jaya Kesembilan, Bambang Kaswanti Purwo (ed.), Yogyakarta: Kanisius, hal. 105-127.
kata kunci: bahasa, dekonstruksi, Jawa, plesetan, politik, post-strukturalisme
Catatan: publikasi ini penuh dengan salah-cetak oleh penerbit dan disesalkan oleh penulisnya. Oleh karena itu, di bawah ini disediakan tautan untuk mengunduh naskah aslinya: AH Plesetan MSS-c
