1983_01_14_K Keaslian Sastra Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1983) “Keaslian Sastra Indonesia”, Kompas, 14 Januari 1983, hal. IV.
kata kunci: baca-tulis, keaslian, Kompas, Mahabharata, Ramayana, Roro Mendut, sastra, tradisional, YB. Mangunwijaya
1983_01_14_K Keaslian Sastra Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1983) “Keaslian Sastra Indonesia”, Kompas, 14 Januari 1983, hal. IV.
kata kunci: baca-tulis, keaslian, Kompas, Mahabharata, Ramayana, Roro Mendut, sastra, tradisional, YB. Mangunwijaya
1982_11_22_K Karya Seni Barang Dagangan-c
Heryanto, Ariel (1982) “Karya Seni Barang Dagangan?”, Kompas, 22 Nopember 1982, hal. IV.
kata kunci: Ketoprak, Kompas, pemasaran, produksi, seni, Wayang Orang
1982_07_31_SH Sastra dan Masyarakat Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Sastra dan Masyarakat Indonesia Kini”, Sinar Harapan, 31 Juli 1982.
kata kunci: buta-huruf, lisan, medium, sastra, masyarakat, Sinar Harapan, terpencil
Klik 1982_06_21_K Bahasa Pustaka dan Ilmu-c
Saya sering bingung bila membaca naskah skripsi mahasiswa . . . Tetapi pada waktu berkonsultasi, saya minta mahasiswa yang bersangkutan menjelaskan uraiannya secara lisan, saya langsung paham!
Heryanto, Ariel (1982) “Persoalan di Indonesia: Bahasa, Pustaka dan Ilmu”, Kompas, 21 Juni 1982, hal. IV-V.
kata kunci: bahasa, ilmu, Kompas, lisan, Marshall McLuhan, pustaka, teknologi, tulisan
1982_03_13_SH Agama dan Teater Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Agama dan Teater Indonesia”, Sinar Harapan, 13 Maret 1982, hal. VI.
kata kunci: agama, baru, Kristen, modern, pribumi, Sinar Harapan, teater, Wayang Warta
Secara ringkas dan sederhana, teori wacana mencoba menjelaskan sebuah peristiwa terjadi seperti terbentuknya se-buah kalimat atau pemyataan. Karena itulah ia dinamakan analisa wacana. Kalimat itu hanya dibentuk, hanya akan bermakna, selama ia tunduk pada sejumlah ‘aturan’ gramatika yang berada di luar kemauan atau kendali si pembuat kalimat.
Heryanto, Ariel (1997) “Rasialiskah Orang Indonesia?; Mempertimbangkan Jasa Analisa Wacana”, Kompas, 21 Februari 1997, hal. 4, 5.
kata kunci: Hollywood, kekerasan, Kompas, Mahabharata, Ramayana, Rasial, SARA, Wacana
Heryanto, Ariel (1998) “Pius”, Kompas, 3 Mei 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, asap, bencana, Kompas, krisis, mahasiswa, penculikan, Pius Lustrilanang, reformasi
Heryanto, Ariel (1997) “Garin”, Kompas, 20 April 1997, hal. 2.
kata kunci: Arief Budiman, Asal Usul, festival, film, Garin Nugroho, Kompas, Pramoedya Ananta Toer, Sritua Arief
Hidup penuh dengan ironi. Jutaan wanita di dunia mati-matian mengejar kecantikan. Untuk apa? Untuk siapa? Di kota pusat mode bernama Paris seorang idola kecantikan telah terbunuh. Di planet Bumi ini dianggap cantik punya risiko serius. Mirip dianggap “komunis” di zaman Perang Dingin di negeri-negeri blok kapitalis.
Heryanto, Ariel (1997) “Cantik”, Kompas, 14 September 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, cantik, gender, Kompas, pelecehan, Putri Diana
Klik 1996_10_20_K-AU Minoritas-c
Mengapa dominasi suatu kelompok berdasarkan suatu identitas digugat pada suatu zaman tetapi tidak pada zaman yang lain walau dominasi itu berlangsung di kedua zaman.
Mengapa pelecehan terhadap kaum perempuan di iklan tidak disertai amukan massa, sementara pelecehan terhadap golongan lain (misalnya ras atau agama) dapat menyulut pembakaran atau pembunuhan?
Heryanto, Ariel (1996) “Minoritas”, Kompas, 20 Oktober 1996, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, dominasi, identitas, Ikatan Sarjana Ekonomi, Kompas, nonpribumi, perempuan, pribumi, statistika