1978_09_09_K_Kisah Sebuah Desa-c
Heryanto, Ariel (1978) “Kisah Sebuah Desa”, Kompas, 9 September 1978, hal. V.
kata kunci: Institute of Cultural Affairs, Jepang, Kompas, Mitsubishi, Oyubari, tambang
1978_09_09_K_Kisah Sebuah Desa-c
Heryanto, Ariel (1978) “Kisah Sebuah Desa”, Kompas, 9 September 1978, hal. V.
kata kunci: Institute of Cultural Affairs, Jepang, Kompas, Mitsubishi, Oyubari, tambang
1978_06_12_SP Semua Rumput Hijau Tapi-c
Heryanto, Ariel (1978) “Semua Rumput Hijau, Tapi …”, Surabaya Post, 12 Juni 1978, hal. X.
kata kunci: Bakdi Soemanto, cerpen, Emha Ainun Nadjib, Idrus, kalimat pembuka, Muhammad Ali, Surabaya Post, Wildan Yatim
Kita mestinya sudah cukup bahagia andaikan setiap mahasiswa di negeri ini punya kemampuan apresiasi seni seimbang dengan hasil karya para seniman nasiaonal kita. Mengajak untuk menghayati saja tak selalu mudah.
Heryanto, Ariel (1976) “Kampus Tanpa Seni: Kebun Binatang?”, Suara Merdeka, 5 Mei 1976.
kata kunci: Darmanto Jatman, Goenawan Mohamad, Kampus, Kesenian, Satya Wacana, Semarang, Suara Merdeka
1992_07_05_TIARA Militerisme-c
Heryanto, Ariel (1992) “Militerisme: Sisi Kejiwaan dan Perilaku”, Tiara, No. 56, 5 Juli 1992, hal. 80, 81.
kata kunci: Ben Anderson, Bharatayudha, Bourdieu, Chomsky, kekerasan, maskulin, Michael Mann, militer, militerisme, perang, takut, Tiara, Tyson
1991_06_01 JJ Sekolah Di Luar Negeri-c
Heryanto, Ariel (1991) “Sekolah Di Luar Negeri”, Jakarta-Jakarta, No. 257, 1-7 Juni 1991, hal. 88, 89.
kata kunci: Jakarta-Jakarta, industri, komoditas, luar negeri, paska-kolonial, sekolah, Yahya Muhaimin
1991_03_17_TIARA Mengapa Seniman Nyentrik Urakan-c
Heryanto, Ariel (1991) “Mengapa Seniman Nyentrik & Urakan”, Tiara, No. 22, 17 Maret 1991, hal. 74, 75.
kata kunci: alamiah, borjuis, industri, kapitalisme, nyentrik, romantisme, seniman, spontanitas, Tiara, urakan
1992_03_14_JJ Iwan Fals Digembosi-c
Heryanto, Ariel (1992) “Iwan Fals Digembosi?”, Jakarta-Jakarta, No. 298, 14-20 Maret 1992, hal. 88, 89.
kata kunci: Emha Ainun Nadjib, Iwan Fals, Jakarta-Jakarta, mbeling, Nano Riantiarno, Rendra, Remy Sylado, urakan
1992_05_09_JJ Kerusuhan di AS Dan Kita-c
Heryanto, Ariel (1992) “Kerusuhan di AS dan Kita”, Jakarta-Jakarta, No. 306, 9-15 Mei 1992, hal. 72, 73.
kata kunci: Amerika, demokrasi, Jakarta-Jakarta, kapitalisme, Martin Luther King, Max Weber, mitos, rasial, rasisme
1993_06_12_JJ Modal Atau Moral-c
Heryanto, Ariel (1993) “Modal atau Moral”, Jakarta-Jakarta, No. 362/12-18 Juni 1993, hal. 24, 25.
kata kunci: foya, gaya hidup, Jakarta-Jakarta, konglomerat, mewah, modal, moral, non-pribumi, sederhana
Stabilitas-keamanan tak hanya dipertaruhkan di parlemen menghadapi oposisi partai politik. Stabilitas sosial bisa diobrak-abrik oleh bibir vagina dan moncong penis.
Heryanto, Ariel (1992) “Subversi Homoseks”, Jakarta-Jakarta, No. 329, 17-23 Oktober 1992, hal. 76, 77.
kata kunci: gerakan, homoseks, identitas, Jakarta-Jakarta, LGBT, perempuan, pernikahan, subversi