Geger Senyum Lamongan

Orang Indonesia dididik sejak kecil oleh orang tuanya agar banyak tersenyum bila berjumpa dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak peduli apa konteks dan perasaan yang bersangkutan.

Heryanto, Ariel (2002) “Geger Senyum Lamongan”, Tempo, No. 39/XXXI/25 Nopember – 1 Desember 2002.

kata kunci: Amrozi, Australia, bom Bali, Da’i Bachtiar, Michel Camdessus, senyum, Soeharto, Tempo

Globalisasi: dari Buruh sampai Mahaguru

Walau terbukti ada yang mau dan mampu membayar puluhan juta per tahun untuk biaya hidup dan pendidikan, orang Indonesia memilih pendidikan tinggi di negeri lain. Ini sebuah bukti ketidakpercayaan mereka kepada kualitas jasa pendidikan di tanah air sendiri, terlepas dari benar atau tidaknya penilaian itu.

Heryanto, Ariel (2003) “Globalisasi: dari Buruh sampai Mahaguru”, Tempo, No. 18/XXXII/29 Juni – 06 Juli 2003.

kata kunci: buruh, globalisasi, pasar, pendidikan, penelitian, prestasi, publikasi,Tempo

Teroris, Katanya

2003_09_14_K-AU Teroris, Katanya-c

“Menyalahkan Islam, hanya karena “katanya” aneka bom diledakkan terorisme Jemaah Islamiyah, sama parahnya dengan melarang marxisme dan komunisme hanya “katanya” Orde Baru ada pemberontakan bernama G30S/PKI.”

Heryanto, Ariel (2003), “Teroris, Katanya”, Kompas, 14/09/2003.

kata kunci: Amrozi, Asal Usul, fobia, Islam, Jemaah Islamiyah, Kompas, komunisme, marxisme, propaganda, terorisme

Taman SARS

2004_02_08_K-AU Taman SARS-c

“Mungkin nostalgia Orde Baru bisa dikemas menjadi industri nonmigas. Caranya? Bangunlah Taman Rekreasi SARS. Semacam Disney Land dengan sejumlah paviliun bertema tertentu. Tentu ada Paviliun Pembangunan, Paviliun Dwi Fungsi, Paviliun P4, Paviliun Dharma Wanita dan PKK.

Tapi jangan lupa sejumlah paviliun lain bertema DOM Aceh, Bumi-hangus Timor Timur, Tanjung Priok 1984, Talangsari, Kedung Ombo, Nipah, Cimacan, Pembantaian 1965, Kerusuhan Mei 1998, Bredel 1994, Penyerbuan PDI-P 27 Juli 1996, Pulau Buru, Litsus, Bom Borobudur, Korupsi Pertamina, SDSB, Penembakan Misterius, Dukun Santet dan Ninja Situbondo, Marsinah, Sengkon, Dietje ….”

Heryanto, Ariel (2004) “Taman SARS”, Kompas, 8/02/2004.

kata kunci: Asal Usul, Kompas, nostalgia, Orde Baru, penjarah, rindu