BR_2015_07_03_TI Agar Riset Tak Berakhir di Kolong Meja-c
“Agar Riset Tak Berakhir di Kolong Meja”, Tempo Institute, 3/07/2015, http://tempo-institute.org/agar-riset-tak-berakhir-di-kolong-meja/.
kata kunci: kebijakan, penelitian, riset
BR_2015_07_03_TI Agar Riset Tak Berakhir di Kolong Meja-c
“Agar Riset Tak Berakhir di Kolong Meja”, Tempo Institute, 3/07/2015, http://tempo-institute.org/agar-riset-tak-berakhir-di-kolong-meja/.
kata kunci: kebijakan, penelitian, riset
Jauh lebih banyak karya jurnalis yang dikutip mahasiswa dan dosen dalam makalah mereka, ketimbang sebaliknya. Hasil penelitian para sarjana yang dikutip jurnalis biasanya karya dari luar Indonesia.
Heryanto, Ariel (2016) “Media Massa dan Publik Terpelajar”, Tempo, 6-13/03/2016: 124-125.
kata kunci: akademik, Historia, IndoProgress, jurnalisme, Pantau, Prisma, publik, The Act of Killing, Time, Suharto
Klik 2015_12_13_CNN Indonesia Ben Anderson_ Tidak Ada Duanya-c
Heryanto, Ariel (2015) “Ben Anderson: Tidak Ada Duanya”, CNN Indonesia, 13/12/2015, http://www.cnnindonesia.com/nasional/20151213180149-21-97899/ben-anderson-tidak-ada-duanya/
kata kunci: bahasa, Ben Anderson, CNN Indonesia, imagined communities , intelektual, George Kahin, kreativitas, Majalah Loka, Rex Mortimer, Universitas Cornell
Klik 2000_05_17_K Hoakiao-isasi Intelektual-c
Seperti di berbagai negara lain, makin hari makin banyak anak muda Indonesia belajar di luar tanah airnya. Ini satu mata rantai dari proses lebih besar yang dinamakan globalisasi. Semakin banyak orang lahir di sebuah daerah, katakanlah (A), bersekolah di kota (B), melanjutkan studi atau mulai bekerja di negara (C), berpacaran dan menikah dengan orang dari lain suku (D) atau agama (E) atau kebangsaan (F), mencapai puncak karir di negara yang sama sekali baru (G), dan menghabiskan masa tua di tempat berbeda (F), lalu mati dan dikuburkan di wilayah (H).
Heryanto, Ariel (2000) “Hoakiao-isasi Intelektual”, Kompas, 17 Mei 2000, hal. 30.
kata kunci: beasiswa, global, hoakiao, intelektual, Kompas, nonpribumi, pasca-sarjana, pendidikan tinggi, universitas
2000_08_20_TEMPO Dua Tahun Kemudian-c
Heryanto, Ariel (2000) “Dua Tahun Kemudian”, Tempo, 20 Agustus 2000, hal. 72-73.
kata kunci: Akbar Tandjung, Ferdinand Marcos, Golkar, Gus Dus, KKN, Megawati, pasca-Orde Baru, people’s power, pers, Tempo, TNI
Orang Indonesia dididik sejak kecil oleh orang tuanya agar banyak tersenyum bila berjumpa dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak peduli apa konteks dan perasaan yang bersangkutan.
Heryanto, Ariel (2002) “Geger Senyum Lamongan”, Tempo, No. 39/XXXI/25 Nopember – 1 Desember 2002.
kata kunci: Amrozi, Australia, bom Bali, Da’i Bachtiar, Michel Camdessus, senyum, Soeharto, Tempo
2003_04_27_K-AU Sedia Hujan Sebelum Payung-c
Heryanto, Ariel (2003) “Sedia Hujan Sebelum Payung”, Kompas, 27/04/2003.
kata kunci: Arswendo Atmowiloto, Asal Usul, bahasa, gender, ideologi, Kompas, Mei 1998, monumen, seksisme, TVRI
2003_05_25_K-AU Melepas Aceh-c
Heryanto, Ariel (2003) “Melepas Aceh”, Kompas, 25/05/2003.
kata kunci: Aceh, Asal Usul, Amerika, Ben Anderson, Irak, Kompas, nasionalisme, NKRI, Osama bin Laden, Saddam Hussein, Sutan Takdir Alisjahbana
2003_06_02_TEMPO Preman Internasional dalam Propaganda-c
Heryanto, Ariel (2003) “Preman Internasional dalam Propaganda”, Tempo, No. 13/XXXII/02 Juni – 08 Juni 2003.
kata kunci: Ahmad Sahal, CIA, imperium, internasional, Irak, kapitalisme, penembakan misterius, petrus, preman, propaganda, Saddam Hussein, Tempo
2003_06_22_K-AU Jakarta 2003_ Sekeping Sejarah-c
Heryanto, Ariel (2003) “Jakarta 2003: Sekeping Sejarah”, Kompas, 22/06/2003.
kata kunci: Asal Usul, Jakarta, kampung, kebakaran, Kompas, sejarah