1997_11_02_TIARA Derita Seksual Wanita Cantik-c
Heryanto, Ariel (1997) “Derita Seksual Wanita Cantik”, Tiara, 195, 2 Nopember 1997, hal. 94-95.
kata kunci: cantik, gender, Julie Burchill , Kamasutra, Putri Diana, seks, Tiara, wanita
1997_11_02_TIARA Derita Seksual Wanita Cantik-c
Heryanto, Ariel (1997) “Derita Seksual Wanita Cantik”, Tiara, 195, 2 Nopember 1997, hal. 94-95.
kata kunci: cantik, gender, Julie Burchill , Kamasutra, Putri Diana, seks, Tiara, wanita
Di negeri ini monopoli tidak hanya berlangsung di bidang ekonomi atau politik. Tetapi juga berbahasa.
Ada cukup banyak pihak yang merasa pemilik tunggal hak menentukan apakah makna sebuah pernyataan yang disusun orang lain. Dan terhadap keputusan pemaknaan sepihak itu, kehidupan masyarakat harus tunduk.
Heryanto, Ariel (1997) “Bahasa”, Kompas, 12 Oktober 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, bahasa, bulan bahasa, dialogis, Kompas, makna, timpang
1997_07_26_DR Soal Ikut CampurUrusan Kamboja Itu-c
Heryanto, Ariel (1997) “Soal Ikut Campur Urusan Kamboja Itu”, Detektif & Romantika, 28 (49), 26 Juli 1997, hal. 88-89.
kata kunci: ASEAN, Detektif & Romantika, Ernest Renan, Hun Sen, Kamboja, kekerasan, kolonial, militer, Myanmar, perang, SLORC
1997_06_edisi khusus_FK Pemimpin atau Penguasa-c
Heryanto, Ariel (1997) “Pemimpin atau Penguasa”, Forum Keadilan, edisi khusus, Juni 1997, hal. 86.
kata kunci: Arief Budiman, elite, Forum Keadilan, globalisasi, Jakarta, pemimpin, penguasa, politik, sejarah, tokoh
Heryanto, Ariel (1997) “ASEAN”, Kompas, 15 Juni 1997, hal. 2.
kata kunci: Amerika Serikat, Asal Usul, ASEAN, Kompas, Perang Dingin, regional, sejarah, SLORC
Sejarah dikuasai kedua jenis perantau. Yakni kaum elite yang berkuasa dan kaum tertindas yang menderita. Kaum kelas menengah biasanya terpaku di tempat tinggalnya dari lahir hingga mati. Mereka menjadi kaum konservatif yang asyik berangan-angan tentang keaslian jati diri. . . Bayangkan apa jadinya kawasan Nusantara ini jika tidak pernah menjadi salah satu pusat lalu-lalang para perantau?
Heryanto, Ariel (1998) “Perantau”, Kompas, 5 April 1998, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, elite, globalisasi, identitas, jelata, kelas menengah, Kompas, konservatif, perantau, tanahair, TKI, TKW
Heryanto, Ariel (1997) “Pemilu”, Kompas, 23 Februari 1997, hal. 2.
kata kunci: absah, Asal Usul, basa-basi, Kompas, kuasa, legitimasi, pemilu, ritual
Heryanto, Ariel (1997) “Warna”, Kompas, 19 Januari 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Gus Dur, Idrus, kampanye, Kompas, kuningisasi, Merahnya Merah, pemilu, plesetan, putih, warna
Heryanto, Ariel (1996) “Udin”, Kompas, 17 November 1996, hal 2.
kata kunci: Asal Usul, Kompas, masyarakat sipil, negara, pembunuhan, polisi, Udin
Pria itu bernama Lee Li Young. . . . Dilahirkan tahun 1958 di Bandung, kini ia menjadi salah seorang penyair terkemuka di Amerika Serikat. Sosok kehidupan Lee menyadarkan kita betapa kaya dan rumitnya liku-liku sejarah sosial sebuah bangsa, baik bagi individu maupun masyarakat luas.
Heryanto, Ariel (1996) “Perantau Tanpa Tanah Air”, Tiara, 169, 3 November
1996, hal. 96-97.
kata kunci: Ang May len, Lauan Award, Lee Kuo Yuan, Lee Li Young, Nirwan Dewanto, penyair, perantau, tanahair, The City in Which I Love You, Tiara, Yuan Shi-kai