Bahasa

Klik 1997_10_12_K-AU Bahasa-c

Di negeri ini monopoli tidak hanya berlangsung di bidang ekonomi atau politik. Tetapi juga berbahasa.

Ada cukup banyak pihak yang merasa pemilik tunggal hak menentukan apakah makna sebuah pernyataan yang disusun orang lain. Dan terhadap keputusan pemaknaan sepihak itu, kehidupan masyarakat harus tunduk.

Heryanto, Ariel (1997) “Bahasa”, Kompas, 12 Oktober 1997, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, bahasa, bulan bahasa, dialogis, Kompas, makna, timpang

Perantau

Sejarah dikuasai kedua jenis perantau. Yakni kaum elite yang berkuasa dan kaum tertindas yang menderita. Kaum kelas menengah biasanya terpaku di tempat tinggalnya dari lahir hingga mati. Mereka menjadi kaum konservatif yang asyik berangan-angan tentang keaslian jati diri. . . Bayangkan apa jadinya kawasan Nusantara ini jika tidak pernah menjadi salah satu pusat lalu-lalang para perantau?

Heryanto, Ariel (1998) “Perantau”, Kompas, 5 April 1998, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, elite, globalisasi, identitas, jelata, kelas menengah, Kompas, konservatif, perantau, tanahair, TKI, TKW

Perantau Tanpa Tanah Air

Pria itu bernama Lee Li Young. . . . Dilahirkan tahun 1958 di Bandung, kini ia menjadi salah seorang penyair terkemuka di Amerika Serikat. Sosok kehidupan Lee menyadarkan kita betapa kaya dan rumitnya liku-liku sejarah sosial sebuah bangsa, baik bagi individu maupun masyarakat luas.

Heryanto, Ariel (1996) “Perantau Tanpa Tanah Air”, Tiara, 169, 3 November
1996, hal. 96-97.

kata kunci: Ang May len, Lauan Award, Lee Kuo Yuan, Lee Li Young, Nirwan Dewanto, penyair, perantau, tanahair, The City in Which I Love You, Tiara, Yuan Shi-kai