Budaya Ber-Manifesto Pra-1965

Di Indonesia, hak berkisah tentang sejarah politik budaya 1960-an itu masih menjadi monopoli pihak manifestan. Kritik kecil-kecilan terhadap Manifes Kebudayaan atau pujian kecil-kecilan terhadap Lekra bisa muncul, tapi asal dan hanya bisa absah bila datang dari “kerelaan” suara seorang manifestan.

Heryanto, Ariel (1992) “Budaya Ber-Manifesto Pra-1965”, Jawa Pos, Rabu, 30 September 1992, hal. 10.

kata kunci: Goenawan Mohamad, Jawa Pos, Keith Foulcher, kondisi, LEKRA, Manikebu, militer, PKI

Kuasa dan Pengetahuan

Di Indonesia, banyak pejabat pemerintahan berusaha meyakinkan khalayak bahwa demokrasi di Indonesia jangan disamakan atau dibandingkan dengan demokrasi di negeri Barat, seperti di AS. Terlepas dari niat dan validitas permintaan itu, yang jelas ada asumsi bahwa AS adalah sebuah model ideal negeri demokratis.

Heryanto, Ariel (1992) “Kuasa dan Pengetahuan”, Bernas, 14 September 1992, hal. 4.

kata kunci: Barat, Bernas, kuasa, pengetahuan, sensor, Timur

Dominasi dan Resistansi

Para ilmuwan sosial di berbagai negara belakangan ini menghadapi persimpangan jalan bila membicarakan makna dan daya jangkau perlawanan kaum bawah. Persimpangan jalan itu bukan sekadar bersifat akademis, atau teoretis dan metodologis; tapi juga politis dan praktis.

Heryanto, Ariel (1992) “Dominasi dan Resistansi”, Bernas, 24 Agustus 1992, hal. 4.

kata kunci: budaya tanding, James Scott, metodologi, teori, tertindas, UULLAJ, Weapons of the Weak

Tulisan berkait:
1992_08_03 BERNAS Kritik Masyarakat dan Perubahan
1992_08_21 BERNAS Penundaan UULLAJ
1992_08_28 BERNAS Negara-Masyarakat
1992_09_01 BERNAS Negara dan Rakyat
1992_09_03 BERNAS Respon Masyarakat dan Gerakan