1993_03_22_BERNAS Kebudayaan di Bawah Teknokrasi-c
Heryanto, Ariel (1993) “Kebudayaan di Bawah Teknokrasi”, Bernas, 22 Maret 1993, hal. 4.
kata kunci: Bernas, budaya, humanisme, individualisme, industri, orientalisme, teknologi, teknokrasi, Timur
1993_03_22_BERNAS Kebudayaan di Bawah Teknokrasi-c
Heryanto, Ariel (1993) “Kebudayaan di Bawah Teknokrasi”, Bernas, 22 Maret 1993, hal. 4.
kata kunci: Bernas, budaya, humanisme, individualisme, industri, orientalisme, teknologi, teknokrasi, Timur
Masa sesudah tahun 1980-an ditandai oleh dua hal yang seakan-akan bertolak belakang. Di satu pihak muncul kebangkitan semangat dan solidaritas keagamaan yang meluap. Di pihak lain, gelombang keasyikan berbincang tentang seks. Keduanya menjadi simbol serta topik-topik diskusi, wawancara atau studi i1miah bagi berbagai kalangan, dengan minat dan kepentingan yang beraneka ragam.
Heryanto, Ariel (1993) “Demam Seks di Indonesia”, Bernas, 6 Maret 1993, hal. 4.
kata kunci: Bernas, demokrasi, Foucault, gender, moralitas, seks, swastanisasi, zinah
Kita bertolak dari kerinduan dan komitmen pad a suatu “perubahan sosial” yang “struktural”, di mana “kelas” dianggap sebagai agen/lokasi yang strategis. Kita mencari pemahaman akan peluang dan hambatan yang ada di sekitar kita.
Heryanto, Ariel (1993) “Kelas Menengah Kita yang Majemuk”, Media Indonesia, 20 Februari 1993, hal. 4.
kata kunci: Erosentrisme, kelas menengah, majemuk, Marxian, Media Indonesia, moral, post –strukturalisme, post-modernisme, otonomi
1993_01_14_SM Seks dan Mitos Barat-Timur-c
Heryanto, Ariel (1993) “Seks dan Mitos Barat – Timur”, Suara Merdeka, 14 Januari 1993, hal. 6.
kata kunci: Barat, jatidiri, kodrat wanita, liberal, mitos, Suara Merdeka, seks, sensor, Timur
1992_12_24_SP Pesan Natal 1992-c
Heryanto, Ariel (1992) “Pesan Natal Tahun 1992: ‘Janganlah Takut’”, Suara Pembaruan, 24 Desember 1992, hal. 2.
kata kunci: kekerasan, Natal, Suara Pembaruan, takut, YB Mangunwijaya
1992_12_11_SM HAM_Hukum dan Budaya-c
Heryanto, Ariel (1992) “Hak Asasi Manusia: Hukum dan Budaya”, Suara Merdeka, 11 Desember 1992, hal. VI.
kata kunci: Baharuddin Lopa, budaya, HAM, hukum, kolonial, KUHP, Suara Merdeka, UDHR
1992_12_08_JP Hak Asasi ala Timur-c
Heryanto, Ariel (1992) “Hak Asasi ala Timur”, Jawa Pos, 8 Desember 1992, hal. 4.
kata kunci: bangsa, Dunia Ketiga, hak asasi, Jawa Pos, negara, Timur, universal
1992_12_08_BERNAS Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia Abad XX-c
Heryanto, Ariel (1992) “Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia Abad XX”, Bernas, 8 Desember 1992, hal. 4.
kata kunci: Amnesty International, Bernas, fasisme, global, HAM, ISA, kejahatan, negara, PBB, Tata Dunia Baru
Di Indonesia, hak berkisah tentang sejarah politik budaya 1960-an itu masih menjadi monopoli pihak manifestan. Kritik kecil-kecilan terhadap Manifes Kebudayaan atau pujian kecil-kecilan terhadap Lekra bisa muncul, tapi asal dan hanya bisa absah bila datang dari “kerelaan” suara seorang manifestan.
Heryanto, Ariel (1992) “Budaya Ber-Manifesto Pra-1965”, Jawa Pos, Rabu, 30 September 1992, hal. 10.
kata kunci: Goenawan Mohamad, Jawa Pos, Keith Foulcher, kondisi, LEKRA, Manikebu, militer, PKI
1992_09_30_BERNAS Mengkaji Pengertian Bahaya Komunisme-c
Heryanto, Ariel (1992) “Mengkaji Pengertian ‘Bahaya Komunisme’”, Bernas, 30 September 1992, hal. 4.
kata kunci: Bernas, Eropa, kelas menengah, Komunisme, Marxisme