Kritik Untuk Politik Bahasa ‘Baik’ Dan ‘Benar’

Klik 1985_10_24_SH Kritik untuk Bahasa Baik-Benar-c

“Kog bisa-bisanya suatu kelompok elit warga masyarakat kita merasa atau dianggap berhak menghakimi, dan memvonis benar atau kelirunya kegiatan berbahasa di antara sesama warga masyarakat?”

Heryanto, Ariel (1985) “Kritik Untuk Politik Bahasa ‘Baik’ Dan ‘Benar’”, Sinar Harapan, 24 Oktober 1985, hal. VI, VII.

kata kunci: absah, bahasa, baku, politik, rakyat, resmi, Sinar Harapan, wewenang

Dominasi Pria dalam Sastra; catatan awal

Heryanto, Ariel (1985) “Dominasi Pria dalam Sastra; catatan awal”, Kompas, 20 September 1985, hal. IV.

Terbentuknyya dominasi pria dalam kesusastraan kita merupakan buah dari suatu perjalanan sejarah sosial yang panjang dan kompleks. Suatu perjalanan sejarah yang dalam prosesnya mendapat dukungan di antara kaum wanita sendiri.

kata kunci: dominasi, Kompas, kualitatif, kuantitatif, maskulin, perasaan, perbandingan, perempuan, pria, sastra

Memahami Sastra Secara Kontekstual

1985_05_21_PR Memahami Sastra Secara Kontekstual-c

“Paham kontekstual muncul belakangan ini sebagai salah satu perlawanan awal terhadap paham universal yang kini dominan dalam kesusasteraan Indonesia. . . . Untuk memahami perbedaan kedua paham itu secara mendasar, kita perlu menggali permasalahan pada tiga pokok mendasar dalam kesusasteraan: 1) karya sastra, 2) hakekat sastra, dan 3) manusia bersastra.”

Heryanto, Ariel (1985) “Memahami Sastra Secara Kontekstual”, Pikiran Rakyat, 21-22 Mei 1985.

kata kunci: hakekat, ilmu, karya, kontekstual, material, Pikiran Rakyat, sastra, universal

Pementasan ‘Leng’ Teater Gapit; Yang Memasyarakat dan Yang Galak

Catatan: bagian akhir tulisan ini terpotong dan hilang.

Ke”berani”an memilih bahasa J awa untuk pentas Leng tak dapat dipisahkan dari ke”berani”an memilih pokok permasalahan masyarakat yang dikisahkan dalam pementasan ini.

Heryanto, Ariel (1985) “Pementasan ‘Leng’ Teater Gapit; Yang Memasyarakat dan Yang Galak”, Sinar Harapan, 23 Maret 1985, hal. VII.

kata kunci: bahasa, Bambang Widoyo, Jawa, kritik, Leng, radikal,