Film, Teror Negara, Luka Bangsa

Klik 2012_10_07_TEMPO Film, Teror Negara

Dua generasi pasca-1965 menjadi korbannya. Mereka menderita buta-sejarah tentang masyarakat sendiri, walau bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Dalam kebutaan, berkali-kali mereka gagap, atau ikut-ikutan kalap, ketika berkorbar militansi kebencian dan kekerasan komunal dalam skala yang sulit dicari duanya sebelum 1965.

Heryanto, Ariel (2012) “Film, Teror Negara, Luka Bangsa”, Tempo, 41(31/ 1-7 October 2012), hal.118-121.

Uraian dalam artikel ini dikembangkan lebih meluas dan mendalam dalam Bab 4 dan 5 buku Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia, yang aslinya berbahasa Inggris Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture.

kata kunci: Arifin C. Noer, Film, KOPKAMTIB, Militer, Pengkhianatan G30S/PKI, Propaganda, Orde Baru, Supersemar, Tempo, Teror Negara

Diterbitkan oleh

arielheryanto

Born in Indonesia. Worked in Indonesia (1980-1995), Singapore (1996-1999), and Australia (2000-2020).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s