Kehidupan sosial di Indonesia kaya akan realitas seolah-olah. Maka layaklah jika dipertanyakan apakah kehidupan sosial di Indonesia merupakan lahan yang sangat subur bagi kehidupan sastra. Bahkan mungkin kehidupan sosial Indonesia itu sendiri adalah limpahan khasanah teks sastra, sastra yang hidup.
Heryanto, Ariel (1997) “Marjinalitas sebagai Fiksi”, Kolong Budaya, 2(1): 6-13.
kata kunci: Benedict Anderson, Clifford Geertz, fiksi, Kolong Budaya, marjinalitas, Putu Wijaya, sastra, seakan-akan, Telor

Satu komentar pada “Marjinalitas sebagai Fiksi”