Mengapa Baru Sekarang?

Klik 2012_05_20_TEMPO Mengapa Baru Sekarang

Dengan mereduksi persoalan menjadi konflik antar-agama, mereka termakan logika atau retorika pelaku kekerasan.

Seandainya perbedaan agama menjadi penyebab utama, seharusnya konflik serupa sudah lama berkobar. Masyarakat ini berabad-abad hidup dengan kemajemukan agama. Walau tidak sepenuhnya damai, kemajemukan agama tidak menimbulkan konflik massal berkepanjangan. Mengapa baru belakangan meledak?

Heryanto, Ariel (2012) “Mengapa Baru Sekarang?” Tempo, 41(11/14-20 Mei), hal. 100-101.

kata kunci: agama, Islam, Islamisasi, kekerasan politik, nonpribumi, Orde Baru, pasca-Orde Baru, preman, sejarah, Tempo

Diterbitkan oleh

arielheryanto

Born in Indonesia. Worked in Indonesia (1980-1995), Singapore (1996-1999), and Australia (2000-2020).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s