Sebuah Republik Tanpa Publik?

Heryanto, Ariel (2009) “Sebuah Republik Tanpa Publik?, Koran Tempo, Senin 28 Desember 2009, hal. C15.

Dalam mobil super mewah yang berlalu-lalang di ibukota, duduk warga kota berkulit mulus. Busana tersetrika rapi. Rambut dikeramas rutin dengan shampo kelas wahid. Aroma parfum merebak ruang mobil ber-AC. Sesekali jendela mobil terbuka, dan terlontar sampah ke luar jendela.

Mereka suka kebersihan, tapi tak kenal ruang publik. Kebersihan hanya sebatas ruang milik pribadi: dalam mobil atau rumah sendiri. Yang di luar mobil dianggap “ruang hampa” atau belantara tak bertuan.

kata kunci: lalu-lintas, mobil, Publik, Republik, sehari-hari, solidaritas, umum

Diterbitkan oleh

arielheryanto

Born in Indonesia. Worked in Indonesia (1980-1995), Singapore (1996-1999), and Australia (2000-2020).

Satu komentar pada “Sebuah Republik Tanpa Publik?”

  1. Menarik, bagaimana ini sebuah cerminan sistem ekonomi kapitalis dengan ideologi neoliberal yg menjunjung tinggi kepentingan privat dan menginjak-injak kepentingan publik. Neoliberalisasi yg sangat manjur diterapkan rezim di bawah pimpinan ‘negarawan hebat’ kita yang mulia Muhammad Soeharto.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s