1995_10_12_Wawasan Kekerasan di UKSW-c
Heryanto, Ariel (1995) “Kekerasan di UKSW Salatiga”, Wawasan, 12 Oktober 1995, hal. 2.
kata kunci: kekerasan, KPD, PHK, PTUN, UKSW, Wawasan, Yusuf Kertanegara
1995_10_12_Wawasan Kekerasan di UKSW-c
Heryanto, Ariel (1995) “Kekerasan di UKSW Salatiga”, Wawasan, 12 Oktober 1995, hal. 2.
kata kunci: kekerasan, KPD, PHK, PTUN, UKSW, Wawasan, Yusuf Kertanegara
1995_09_25_FK Permadi dan Saksi Ahli-c
Heryanto, Ariel (1995) “Permadi dan Saksi Ahli”, Forum Keadilan, No. 12, Th. IV, 25 September 1995, hal. 69.
kata kunci: Ashadi Siregar, diktator, Forum Keadilan, Haatzaai Artikelen, ITB, Lukman Hakim, otoriter, penghinaan, Permadi, Roger Scruton, saksi ahli-bahasa, Tanah Untuk Rakyat
1995_09_04_JP Sejarah dan Kaum Tersisih-c
Sejarah tidak mungkin menampilkan suara “otentik” dari bawah. Ia menceritakan gairah dan kuasa penulisnya. Tetapi, si penulis bukan oknum-oknum kreatif yang bisa bekerja semaunya memanipulasi data dan nara sumber. Mereka telah dikemas oleh sebuah disiplin akademik bernama ilmu sejarah.
Heryanto, Ariel (1995) “Sejarah dan Kaum Tersisih”, Jawa Pos, 4 September 1995, hal. 4.
kata kunci: Clifford Geertz, Edward Said, etnografi, ilmiah, Jawa Pos, Kuntowijoyo, lisan, netral, orientalisme, otentik, sejarah, tersisih
Selama 30 tahun ini, sengketa Lekra versus Manifes Kebudayaan menjadi topik favorit para tokoh Manifes Kebudayaan dan para pendukungnya. Lekra, sebagai pihak musuh mereka, hampir-hampir tidak pemah bernasib lebih baik daripada sebagai objek perbincangan dan kecaman. Seperti sansak bagi petinju.
Heryanto, Ariel (1995) “Tahu Diri (Etika Politik Geger Magsaysay 1995)”, Jawa Pos, Minggu, 27 Agustus 1995, hal. 11.
kata kunci: 1965, Humanisme Universal, Jawa Pos, LEKRA, Magsaysay, Manifes Kebudayaan, Pramoedya Ananta Toer, Realisme Sosialis
1995_08_17_FK Acan Tidak Sendirian-c
Heryanto, Ariel (1995) “Acan Tidak Sendirian”, Tiras, No. 29, Th. I/ 17 Agustus 1995, hal. 64.
kata kunci: Acan, gender, kesenjangan, Kalyanamitra, narapidana, penjara, perempuan, perkosaan, Tiras
1995_08_15_SbP Keturunan Agama Nasionalisme-c
“Tahun tahun dalam dekade 1980-an merupakan sebuah tonggak sejarah yang penting. . . Secara mulus tapi mantap kita telah menyaksikan melunaknya ketegangan rasial yang selama abad ini terus menerus mengancam kerukunan nasional. . . Tapi pada dekade yang bersamaan kita menyaksikan gejala lain yang menggelisahkan dan relatif baru. Sedang terjadi epidemi kecurigaan dan ketegangan antaragama.”
Heryanto, Ariel (1995) “Keturunan, Agama, dan Nasionalisme”, Surabaya Post, 15 Agustus 1995, hal. 6.
kata kunci: agama, internasional, kapitalisme, kelas menengah, keturunan, nasionalisme, Perang Teluk, primordial, Surabaya Post
1995_08_10_JP UKSW Setelah Arief Menang PUTN-c
Heryanto, Ariel (1995) “UKSW setelah Arief Menang PTUN”, Jawa Pos, 10 Agustus 1995, hal. 4.
kata kunci: Arief Budiman, Jawa Pos, Kelompok Pro-Demokrasi, KPD, PHK, PTUN, UKSW
1995_07_28_JP Sosok Mutahir Kelas Menengah-c
Heryanto, Ariel (1995) “Sosok Mutakhir Kelas Menengah”, Jawa Pos, 28 Juli 1995, hal. 4.
kata kunci: Jawa Pos, kebangkitan, kelas menengah, konservatif, konsumen, organisasi, perubahan sosial, radikal, Ratu Adil, swasta
1995_05_21_SbP Belajar Sejarah-c
Heryanto, Ariel (1995) “Belajar Sejarah”, Surabaya Post, 21 Mei 1995, hal. 3.
kata kunci: Manifes Kebudayaan, Pernyataan Mei 1995, Politik sebagai Panglima, Realisme Sosialis, Surabaya Post
1995_03_23_Tiras Globalisasi Timtim-c
Heryanto, Ariel (1995) “Globalisasi Timtim”, Tiras, No.8/Th.1, 23 Maret 1995, hal. 37.
kata kunci: G.30.S/PKI, globalisasi, Santa Cruz, SDSB, tahanan politik, tapol, Timor Timur, Timtim, Tiras