1987_11_09_K Hikmah Dari Malaysia-c
Heryanto, Ariel (1987) “Hikmah dari Malaysia”, Kompas, 9 November 1987, hal. IV, V.
kata kunci: bahasa, Cina, ISA, Kompas, Malaysia, Mandarin, Melayu, Nebrija, rasial, UMNO
1987_11_09_K Hikmah Dari Malaysia-c
Heryanto, Ariel (1987) “Hikmah dari Malaysia”, Kompas, 9 November 1987, hal. IV, V.
kata kunci: bahasa, Cina, ISA, Kompas, Malaysia, Mandarin, Melayu, Nebrija, rasial, UMNO
1987_04_16_SM Krama, Ngoko dan Paskah-c
“Bayangkan saja, kata tokoh tadi, seandainya tokoh Yesus di panggung ludruk sedang berdialog dengan tokoh Matius: “Mat, Mat. Keneo sediluk, Mat. Kon tak kandani … ” (Mat, Mat. Kemarilah sebentar, Mat. Kau kuberitahu … ). . . Biasanya mereka mendengar Yesus berSabda: “hai Matius, sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa … “
Heryanto, Ariel (1986) “‘Krama’, ‘Ngoko’ dan Paskah”, Suara Merdeka, 16 April 1986, hal. II.
kata kunci: feodal, kerakyatan, krama, ludruk, ngoko, Paskah, pribumi, Suara Merdeka
1986_09_23_SH Adakah Teater Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1986) “Adakah ‘Teater Indonesia’?”, Sinar Harapan, 23 September 1986, hal. VI, VIII.
kata kunci: abstraksi, konsep, lokal, nilai, publik, Sinar Harapan, teater
Klik 1986_07_17_SM Bahasa Jawa Masuk Sekolah-c
Heryanto, Ariel (1986) “Bahasa Jawa Masuk Sekolah 1986/1987”, Suara Merdeka, 17 Juli 1986, hal. II.
kata kunci: ahli, Alton L Becker, bahasa, Ivan lllich, Jawa, kedaulatan, konsumer, produser, Raymond Williams, Suara Merdeka
1986_07_10_K Dari Pergolakan Mutahir di Malaysia-c
Heryanto, Ariel (1986) “Dari Pergolakan Mutakhir di Malaysia”, Kompas, 10 Juli 1986, hal. IV, V.
kata kunci: Arab, aksara, Bali, Geoffrey Benjamin, huruf, Jawi, Kompas, Latin, Malaysia, Mary Zurbuchen, Melayu
1986_07_05_WAWASAN Geger Perek di Kampung-c
“Kau tahu, kenapa semua laki-laki di Kampung itu kalang-kabut? Bukan karena aku kehilangan rasa malu atau kehormatan. Bukan. Tapi karena mereka itu jadi keder. Mereka takut pada dirinya sendiri dan kesalahannya sendiri. Karena itu, untuk menutup-nutupi kebelangannya sendiri, mereka bekerja keras menghina orang-orang semacam aku. Dan mereka bekerja keras mengajar orang-orang semacam kau untuk menghina kaumku.”
Heryanto, Ariel (1986) “Geger ‘Perek’ Di Kampung”, Wawasan, 5 Juli 1986, hal. II.
kata kunci: moral, Perek, perempuan, Wawasan, seks, stabilitas
1986_06_13_K Yang Nasional, Yang Asing-c
Heryanto, Ariel (1986) “Yang Nasional, Yang Asing”, Kompas, 13 Juni 1986, hal. IV, V.
kata kunci: asing, bahasa, identitas, Jawa, Kompas, nasional, kepribadian
1986_05_06_SM Pendidikan, Bukan Sekolahan-c
Heryanto, Ariel (1986) “Pendidikan, Bukan Sekolahan”, Suara Merdeka, 6 Mei 1986, hal. II.
kata kunci: ijazah, kaum muda, pendidikan, sekolahan, Suara Merdeka
Reagan tampil ke panggung pemerintahan AS dan kancah hubungan intemasional sebagai seorang “pahlawan” AS, yang berusaha mengembalikan gengsi dan kekuasaan material AS yang telah surut bertahun-tahun.
Kombinasi antara kerinduan pada kejayaan AS masa lampau dan kejengkelan akan kekalahan dalam perang Vietnam secara amat menyolok terungkap dalam film The Year of the Dragon.
Heryanto, Ariel (1986) “Reagan dan Rambo; Kaitan Seni, Ideologi dan Militer”, Kompas, 26 April 1986, hal. IV.
kata kunci: ideologi, Kompas, maskulin, militer, Rambo, Reagan, seni, Viet Nam
1986_02_15_SH Pusat Versus Daerah-c
Heryanto, Ariel (1986) “Pusat Versus Daerah Dalam Perkembangan Kesenian Indonesia Mutakhir”, Sinar Harapan, 15 Pebruari 1986, hal. VI, VIII.
kata kunci: daerah, jenjang, kesenjangan, kesenian, pusat, Sinar Harapan