‘Krama’, ‘Ngoko’ dan Paskah

1987_04_16_SM Krama, Ngoko dan Paskah-c

“Bayangkan saja, kata tokoh tadi, seandainya tokoh Yesus di panggung ludruk sedang berdialog dengan tokoh Matius: “Mat, Mat. Keneo sediluk, Mat. Kon tak kandani … ” (Mat, Mat. Kemarilah sebentar, Mat. Kau kuberitahu … ). . . Biasanya mereka mendengar Yesus berSabda: “hai Matius, sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa … “

Heryanto, Ariel (1986) “‘Krama’, ‘Ngoko’ dan Paskah”, Suara Merdeka, 16 April 1986, hal. II.

kata kunci: feodal, kerakyatan, krama, ludruk, ngoko, Paskah, pribumi, Suara Merdeka

Geger ‘Perek’ Di Kampung

1986_07_05_WAWASAN Geger Perek di Kampung-c

“Kau tahu, kenapa semua laki-laki di Kampung itu kalang-kabut? Bukan karena aku kehilangan rasa malu atau kehormatan. Bukan. Tapi karena mereka itu jadi keder. Mereka takut pada dirinya sendiri dan kesalahannya sendiri. Karena itu, untuk menutup-nutupi kebelangannya sendiri, mereka bekerja keras menghina orang-orang semacam aku. Dan mereka bekerja keras mengajar orang-orang semacam kau untuk menghina kaumku.”

Heryanto, Ariel (1986) “Geger ‘Perek’ Di Kampung”, Wawasan, 5 Juli 1986, hal. II.

kata kunci: moral, Perek, perempuan, Wawasan, seks, stabilitas

Reagan dan Rambo; Kaitan Seni, Ideologi dan Militer

Reagan tampil ke panggung pemerintahan AS dan kancah hubungan intemasional sebagai seorang “pahlawan” AS, yang berusaha mengembalikan gengsi dan kekuasaan material AS yang telah surut bertahun-tahun.

Kombinasi antara kerinduan pada kejayaan AS masa lampau dan kejengkelan akan kekalahan dalam perang Vietnam secara amat menyolok terungkap dalam film The Year of the Dragon.

Heryanto, Ariel (1986) “Reagan dan Rambo; Kaitan Seni, Ideologi dan Militer”, Kompas, 26 April 1986, hal. IV.

kata kunci: ideologi, Kompas, maskulin, militer, Rambo, Reagan, seni, Viet Nam