Kajian Budaya Menjelang Abad 21

Klik 1996_Kajian Budaya Menjelang Abad 21-c

Masalah utama di Indonesia selama setengah abad terakhir bukannya Marxisme telah dibenci dan dimusuhi. Yang jadi masalah, wawasan modern yang mendunia itu tidak pernah diajarkan di sekolah dan kampus, sehingga dapat dipahami seluk-beluknya. Terlepas mau ditolak atau disambut. Mirip nasib Islam di luar negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Tulisan ini merupakan percobaan pertama oleh penulisnya untuk melacak sumbangan intelektual dan politik Marxisme Eropa bagi kebudayaan Indonesia, termasuk salah satu ragamnya yang dikembangkan oleh LEKRA ditahun 1960an. Makalah ini disampaikan secara lisan dan terbuka di depan publik yang selama ini dianggap menjadi pewaris lawan utama LEKRA di tahun 1960an, yakni Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki. Adu fisik di antara beberapa pendukung kedua kubu di tempat pertemuan nyaris meledak dan mengancam jalannya pertemuan tersebut.

Heryanto, Ariel (1996) “Kajian Budaya Menjelang Abad 21”, dalam Refleksi Kebudayaan, Jakarta: Panitia Dialog Terbuka Refleksi Kebudayaan, hal. 5-22.

kata kunci: kajian budaya, kultural, LEKRA, Manifes Kebudayaan, Marxisme, struktural

Memperjelas Sosok yang Samar

1993_Memperjelas Sosok yang Samar-c1996_Kajian Budaya Menjelang Abad 21-c

Heryanto, Ariel (1993) “Memperjelas Sosok yang Samar”, Kata Pengantar, dalam Politik Kelas Menengah Indonesia, Richard Tanter and Kenneth Young (eds.), Jakarta: LP3ES, hal. ix-xxv.

kata kunci: borjuis, gaya hidup, identitas, ideologi, kapitalisme, kelas menengah, konsep, Marxisme, sosok

Pembauran Dalam Fiksi Jawa

Klik 1988_Pembauran Dalam Fiksi Jawa-c

Tema pembauran warga Tionghoa tidak muncul dalam khasanah sastra “resmi” nasional. Tema itu dapat dijumpai dalam penulisan nonfiksi berbahasa Indonesia dan penulisan fiksi (sastra) di luar  kesusasteraan resmi nasional, misalnya sastra berbahasa daerah.

Heryanto, Ariel (1988) “Pembauran Dalam Fiksi Jawa”, dalam D. Sabariyanto dkk (eds), Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa, Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa, hal. 190-202.

kata kunci: cerpen, Cina, Dyah Kushar, Jawa, Jaya Baya, non-pribumi, pembauran, Pierre Moerlan Retno Yudhawati

Sastra, Sejarah, dan Sejarah Sastra

Penulisan sejarah tak pernah mampu menjadi karya manusia yang sepenuhnya obyektif dan netral. Tapi yang tak kalah menarik dan penting untuk dikaji ialah … penulisan sejarah kesusasteraan di Indonesia

Heryanto, Ariel (1984) “Sastra, Sejarah, dan Sejarah Sastra”, dalam Andy Zoeltom (ed.), Budaya Sastra, Jakarta: CV Rajawali, hal. 31-52.

kata kunci: kreativitas, otonomi, Pengakuan Pariyem, sastra, sejarah, universal