Indonesia di Sela Kontroversi Inul Daratista

2006_Indonesia Di Sela Kontroversi Inul Daratista-c

Heryanto, Ariel (2006) “Indonesia di Sela Kontroversi Inul Daratista”, dalam Philip Yampolsky (ed.) Perjalanan Kesenian Indonesia Sejak Kemerdekaan; Perubahan dalam Pelaksanaan, Isi dan Profesi, Jakarta: Equinox, hal. 287-295.

kata kunci: Inul Daratista, daerah, nasional, Islam, Jawa, kelas menengah, modernitas, kapitalisme global, patriarki, feminisme

Budaya Pop dan Persaingan Identitas

2012_Budaya Pop dan Persaingan Identitas-c

Heryanto, Ariel (2012) “Budaya Pop dan Persaingan Identitas”, dalam  A. Heryanto (ed.),  Budaya Populer di Indonesia; Identitas Mencair di Masa Pasca-Orde Baru, penerjemah Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, hal.1-53.

kata kunci: budaya pop, gender, identitas, Inul, Islam, Jawa, Marxis, maskulin, modernitas

Kewarganegaraan dan Etnis Cina dalam Dua Film Indonesia Pasca-1998

2012_Kewarganegaraan dan Etnis Cina-c

Heryanto, Ariel (2012) “Kewarganegaraan dan Etnis Cina dalam Dua Film Indonesia Pasca-1998”, dalam A. Heryanto (ed.), Budaya Populer di Indonesia; Identitas Mencair di Masa Pasca-Orde Baru, penerjemah Eka S. Saputra, Yogyakarta: Jalasutra, hal.105-138.

kata kunci: Ca-bau-kan, Cina, etnis, film, Gie, Krishna Sen, peranakan, Orde Baru

Liberalisasi Ekonomi: Berkah Ataukah Bencana?

1997_Liberalisasi Ekonomi_ Berkah Ataukah Bencana-c

Heryanto, Ariel (1997) “Liberalisasi Ekonomi: Berkah Ataukah Bencana?”, dalam Liberalisasi Ekonomi dan Politik di Indonesia, Dawam Rahardjo and Kumala Hadi (ed.), Yogyakarta: Tiara Wacana, hal. 359-368.

kata kunci: budaya, borjuasi, ekonomi, kapitalisme, kelas menengah, komoditas, liberalisasi, swasta

Dinamika Budaya dalam Kapitalisme Indonesia

1997_Dinamika Budaya dalam Kapitalisme Indonesia-c

Heryanto, Ariel (1997) “Dinamika Budaya dalam Kapitalisme Indonesia”, dalam Ecstasy Gaya Hidup; Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Idi Subandy Ibrahim (ed.), Bandung: Mizan Pustaka, hal. 249-254.

kata kunci: budaya, kritik sosial, material, romantisme, seni, struktural

Pelecehan dan Kesewenang-wenangan Berbahasa; Plesetan dalam Kajian Bahasa dan Politik di Indonesia

Klik 1996_Pelecehan Dan Kesewenang-Wenangan Berbahasa Plesetan-c

Heryanto, Ariel (1996) “Pelecehan dan Kesewenang-wenangan Berbahasa; Plesetan dalam Kajian Bahasa dan Politik di Indonesia” dalam PELLBA 9; Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atma Jaya Kesembilan, Bambang Kaswanti Purwo (ed.), Yogyakarta: Kanisius, hal. 105-127.

kata kunci: bahasa, dekonstruksi, Jawa, plesetan, politik, post-strukturalisme

Baca lebih lanjut

Kajian Budaya Menjelang Abad 21

Klik 1996_Kajian Budaya Menjelang Abad 21-c

Masalah utama di Indonesia selama setengah abad terakhir bukannya Marxisme telah dibenci dan dimusuhi. Yang jadi masalah, wawasan modern yang mendunia itu tidak pernah diajarkan di sekolah dan kampus, sehingga dapat dipahami seluk-beluknya. Terlepas mau ditolak atau disambut. Mirip nasib Islam di luar negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Tulisan ini merupakan percobaan pertama oleh penulisnya untuk melacak sumbangan intelektual dan politik Marxisme Eropa bagi kebudayaan Indonesia, termasuk salah satu ragamnya yang dikembangkan oleh LEKRA ditahun 1960an. Makalah ini disampaikan secara lisan dan terbuka di depan publik yang selama ini dianggap menjadi pewaris lawan utama LEKRA di tahun 1960an, yakni Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki. Adu fisik di antara beberapa pendukung kedua kubu di tempat pertemuan nyaris meledak dan mengancam jalannya pertemuan tersebut.

Heryanto, Ariel (1996) “Kajian Budaya Menjelang Abad 21”, dalam Refleksi Kebudayaan, Jakarta: Panitia Dialog Terbuka Refleksi Kebudayaan, hal. 5-22.

kata kunci: kajian budaya, kultural, LEKRA, Manifes Kebudayaan, Marxisme, struktural