1997_09_07_TIARA Rasialisme Dimana-mana-c
Heryanto, Ariel (1997) “Rasialisme Dimana-mana”, Tiara (191), 7 September 1997, hal. 82-83.
kata kunci: ASEAN, Asia, Australia, migran, nilai Asia, Pauline Hanson, rasial, Tiara
1997_09_07_TIARA Rasialisme Dimana-mana-c
Heryanto, Ariel (1997) “Rasialisme Dimana-mana”, Tiara (191), 7 September 1997, hal. 82-83.
kata kunci: ASEAN, Asia, Australia, migran, nilai Asia, Pauline Hanson, rasial, Tiara
1997_06_01_K Pembangkangan Tubuh Nasional-c
Heryanto, Ariel (1997) “Pembangkangan Tubuh Nasional”, Kompas, 1 Juni 1997, hal. 21.
kata kunci: kampanye, kekerasan, Kompas, massa, nasional, pembangkangan, pemilu, tubuh
1998_11_JURNAL PEREMPUAN Perempuan Keluarga dan Pembangunan-c
Heryanto, Ariel (1998) “Perempuan, Keluarga, dan Pembangunan”, Jurnal Perempuan, 05, hal. 74-75.
kata kunci: globalisasi, Jurnal Perempuan, kata kunci, keluarga, paradoks, pembangunan, perempuan, privat, publik, revolusi
Hegemoni bukan saja bersifat mengalah terhadap tuntutan musuh, tetapi juga menahan diri untuk tidak semata-mata memperjuangkan kepentingan sendiri secara vulgar. Yang dibutuhkan adalah “kemasan”. Kepentingan sendiri dibungkus dengan aneka kepentingan lain, sehingga tampil seakan mewakili kepentingan umum (misalnya, kepentingan nasional).
Heryanto, Ariel (1997) “Hegemoni Kekuasaan versi Gramsci”, Forum Keadilan, 6 (2), 5 Mei 1997, hal. 85.
kata kunci: civil society, dominasi, Forum Keadilan, Gramsci, hegemoni, ideologi, marxisme
1997_05_24_DR Pelajaran dari Mega-Bintang-c
Heryanto, Ariel (1997) “Pelajaran dari Mega-Bintang”, Detektif & Romantika, 40, 24 Mei 1997, hal. 76-77.
kata kunci: arus bawah, Detektif & Romantika, elite, identitas, Megawati, PDI, PPP, sipil
1997_09_22_FK Siapa Pembunuh Putri Diana-c
Heryanto, Ariel (1997) “Siapa Pembunuh Putri Diana”, Forum Keadilan, 6 (12), 22/09/97, hal. 91.
kata kunci: Forum Keadilan, kebetulan, konspirasi, paparazzi, Putri Diana
Salah satu kekuatan yang paling ampuh mengguncang otoriterisme Asia adalah sistem moneter kapitalisme global. Bukan gerakan mahasiswa radikal, bukan revolusi buruh, bukan imperialisme Barat. Bukan orang. Bukan organisasi.
Heryanto, Ariel (1997) “Pahlawan”, Kompas, 9 Nopember 1997, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, Kompas, krisis, modernitas, nasion, novel, pahlawan, sejarah, tradisi
1998_06_12_K Kapok Jadi Nonpri-c
Heryanto, Ariel (1998) “Kapok Jadi Nonpri”, Kompas, 12 Juni 1998, hal. 4.
kata kunci: Acan, Mei 1998, diskriminasi, kekerasan, Kompas, korban, massa, normalisasi, perkosaan, rasis, teror, Tionghoa, trauma, WNI keturunan Cina
1997_10_28_K Kesenjangan SARA-c
Heryanto, Ariel (1997) “Kesenjangan SARA”, Kompas, 28 Oktober 1997, hal. 4, 5.
kata kunci: Asal Usul, identitas, kesenjangan, Kompas, representasi, SARA, Ujungpandang
1997_Vol3-No11-Apr_PENUNTUN Mengais Hikmah Di Antara Puing Gereja-c
Heryanto, Ariel (1997) “Mengais Hikmah di antara Puing Gereja”, Penuntun, 3(11, April), hal. 261-270.
kata kunci: aktor intelektual, aparatur negara, gereja, Islam, kapitalisme global, kerusuhan, kesenjangan, Penuntun, Protestan, SARA, sejarah, UKSW