1996_02_10_JJ Pelecehan Iklan-c
Heryanto, Ariel (1996) “Pelecehan Iklan”, Jakarta-Jakarta, 501, 10-16/02/96, hal. 38-39.
kata kunci: gender, iklan Jakarta-Jakarta, ketimpangan, Nursyahbani Kantjasungkana, pelecehan, perempuan
1996_02_10_JJ Pelecehan Iklan-c
Heryanto, Ariel (1996) “Pelecehan Iklan”, Jakarta-Jakarta, 501, 10-16/02/96, hal. 38-39.
kata kunci: gender, iklan Jakarta-Jakarta, ketimpangan, Nursyahbani Kantjasungkana, pelecehan, perempuan
1996_02_09_JP Pemilu 1997, Demokratisasi dan Pengawasan Swasta
Heryanto, Ariel (1996) “Pemilu 1997, Demokratisasi dan Pengawasan Swasta”, Jawa Pos, 9 Pebruari 1996, hal. 4.
kata kunci: demokratisasi, Emha Ainun Nadjib, globalisasi, Jawa Pos, kapitalisme, kelas menengah, pemilu, Permadi, swasta
1996_02_08_SURABAYA POST Gairah Versus Disiplin-c
Heryanto, Ariel (1996) “Gairah versus Disiplin”, Surabaya Post, 8 Pebruari 1996, hal. 6.
kata kunci: gairah, Gerakan Disiplin Nasional, kapitalisme, konsumerisme, oriental, pembangunan, peranakan Cina, progresif, Surabaya Post
Pemerintah tidak sama dengan negara, dan tidak mewakili kepentingan negara dalam segala bidang. Biasanya suatu pemerintah mendapatkan kedudukan yang istimewa dalam negara melewati proses pemilihan umum (Pemilu). Dalam negara yang kuat pemerintah bisa berubah-ubah tanpa mengancam lembaga negara dan kehidupan bernegara.
Heryanto, Ariel (1996) “Negara Bukan Pemerintah”, Kompas, 1, Pebruari 1996, hal. 4-5.
kata kunci: bangsa, Ben Anderson, Empu Gandring, Hindia Belanda, masyarakat sipil, pemilu, Undang-Undang Anti-Subversi
Seorang pedagang kecil berurusan panjang dengan rumah sakit karena didesak membayar ongkos perawatan darurat bagi korban kecelakaan yang ditolongnya.
Seorang sopir taksi bersumpah tidak lagi menjamah korban kecelakaan. Ia mengaku pernah belasan tahun menolong korban kecelakaan. Suatu kali ia dan teman-temannya ditahan sehari-semalam dan disiksa babak-belur, gara-gara ada laporan si korban kecelakaan kehilangan seribu rupiah.
Heryanto, Ariel (1996) “Kecelakaan”, Kompas, 14 Januari 1996, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, kekerasan struktural, kelas menengah, Kompas, kota, lalu-lintas, pribadi, Sahetapy
1996_01_01_FK Internet, Demokrasi , Pers-c
Heryanto, Ariel (1996) “Internet, Demokrasi, Pers”, Forum Keadilan, No.19, Th. IV, 1 Januari 1996, hal. 56.
kata kunci: demokrasi, Forum Keadilan, Guttenberg, internet, jurnalisme, pers, sensor, SIUPP, Tempo
1995_12_17_K-AU Demo Tandingan-c
Heryanto, Ariel (1995) “Demo Tandingan”, Kompas, 17 Desember 1995, hal. 2.
kata kunci: Asal Usul, demonstrasi, Kompas, Sri Bintang Pamungkas, tandingan, Timtim, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Nasional, unjuk-rasa
1995_12_14_TIRAS Murka Dimana-mana-c
Heryanto, Ariel (1995) “Murka di Mana-Mana”, Tiras, Thn.1/ No. 46, 14 Desember 1995, hal. 26-27.
kata kunci: dalang, ekonomi-politik, kekerasan, kelas menengah, kesenjangan, konflik, massal, publik, Tiras
1995_12_12_SURABAYA POST Turis Hak Asasi Manusia-c
Heryanto, Ariel (1995) “Turis Hak Asasi”, Surabaya Post, 12 Desember 1995.
kata kunci: aktivis, Amerika, hak asasi, hak sipil, intel, kelas menengah, LSM, Surabaya Post
Yang kini melumpuhkan aktivisme mahasiswa bukan semprotan gas air mata Brimob, tapi semprotan parfum Paris. Daya tahan pejuang hak asasi manusia tak lagi diuji di ruang interogasi markas kodim atau polres. Tapi di plaza, coffee shop, diskotek, dan persaingan karir.
Heryanto, Ariel (1995) “Fenomena Pasca-Orde Baru”, Forum Keadilan, No.17, Th. IV, 4 Desember 1995, hal. 45.
kata kunci: Forum Keadilan, generasi, idola, iklan, jilbab, kapitalisme, Kopkamtib, militer, negara, pasar, pasca-Orde Baru, swasta