Sumpah Plesetan

Belakangan makna nasionalisme menyempit, menjadi penyeragaman, pemurnian, dan penunggalan. Dalam bahasa, budaya, politik, dan etika. Kebhinnekaan dicurigai, disensor, dicekal. Dicap kedaerahan, tidak pribumi, atau Barat. Asal diingat saja, istilah “Republik” maupun “Indonesia” dibuat orang Eropa.

Heryanto, Ariel (1995) “Sumpah Plesetan”, Kompas, 22 Oktober 1995, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, bhinneka, Kompas, Indo, nama, plesetan, Sumpah Pemuda

Sejarah dan Kaum Tersisih

1995_09_04_JP Sejarah dan Kaum Tersisih-c

Sejarah tidak mungkin menampilkan suara “otentik” dari bawah. Ia menceritakan gairah dan kuasa penulisnya. Tetapi, si penulis bukan oknum-oknum kreatif yang bisa bekerja semaunya memanipulasi data dan nara sumber. Mereka telah dikemas oleh sebuah disiplin akademik bernama ilmu sejarah.

Heryanto, Ariel (1995) “Sejarah dan Kaum Tersisih”, Jawa Pos, 4 September 1995, hal. 4.

kata kunci: Clifford Geertz, Edward Said, etnografi, ilmiah, Jawa Pos, Kuntowijoyo, lisan, netral, orientalisme, otentik, sejarah, tersisih