Stamina

Reformasi merupakan sebuah istilah yang ‘jinak’ untuk sebuah cita-cita, harapan, atau desakan yang sebenarnya tidak tanggung-tanggung. Dalam berbagai konteks lain, reformasi biasanya digunakan untuk menggambarkan sebuah proses perubahan sosial yang ogah-ogahan, kecil-kecilan, atau tambal-sulam.

Heryanto, Ariel (1998) “Stamina”, Kompas, 31 Mei 1998, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, demonstrasi, IMF, KKN, Kompas, mahasiswa, reformasi, stamina

Militerisme

Militerisme bukan cuma soal penguasaan jabatan birokrasi pada badan-badan non-militer. Militerisme berkembang dalam bentuk kebudayaan, norma, angan-angan, cara berpikir, bergaul, dan berbicara. Semuanya bercirikan kejantanan, kekerasan, dan sikap kaku mempertentangkan realitas hidup menjadi dua belaka: kawan/lawan, atau kalah/menang.

Heryanto, Ariel (1998) “Militerisme”, Kompas, 15 November 1998, hal. 2.

kata kunci: Asal Usul, etika, Kompas, militerisme, negara, organisasi kepemudaan, parlemen, partai politik

Indonesia Asli: Contradictions in Terms

Ungkapan Indonesia asli merupakan sebuah contradiction in terms. Sama halnya ungkapan maju ke belakang atau remaja yang tua.

Heryanto, Ariel (1998) “Indonesia Asli: Contradictions in Terms”, Detektif & Romantika, XXIX (31), 21 Maret 1998, hal. 46-47.

kata kunci: asing, Detektif & Romantika, identitas, Indonesia asli, nasion, Polemik Kebudayaan, pribumi, primordialisme, rasialisme, sektarianisme, Sutan Takdir Alisjahbana, vons Magnis-Suseno

Film, Teror Negara, Luka Bangsa

Dua generasi pasca-1965 menjadi korbannya. Mereka menderita buta-sejarah tentang masyarakat sendiri, walau bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Dalam kebutaan, berkali-kali mereka gagap, atau ikut-ikutan kalap, ketika berkorbar militansi kebencian dan kekerasan komunal dalam skala yang sulit dicari duanya sebelum 1965.

Heryanto, Ariel (2012) “Film, Teror Negara, Luka Bangsa”, Tempo, 41(31/ 1-7 October 2012), hal.118-121.

Uraian dalam artikel ini dikembangkan lebih meluas dan mendalam dalam Bab 4 dan 5 buku Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia, yang aslinya berbahasa Inggris Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture.

kata kunci: Arifin C. Noer, Film, KOPKAMTIB, Militer, Pengkhianatan G30S/PKI, Propaganda, Orde Baru, Supersemar, Tempo, Teror Negara

Demokrasi dan Permen Karet

Ideologi bukan hasil manipulasi atau kampanye kelompok tertentu. Ia milik umum, mengabdi pada status quo, bukan pihak atau golongan tertentu. Mungkin ini sebabnya mengganti penguasa jauh lebih mudah ketimbang menggugat status quo, entah lewat reformasi, revolusi, atau jihad.

Heryanto, Ariel (2001) “Demokrasi dan Permen Karet”, Tempo, 40/XXX/3-9 Desember 2001, hal. 54-55.

kata kunci: Amerika, Asia, Australia, ideologi, demokrasi, Singapura, Tempo