Identitas ‘Asli’ Adalah Fiksi

Dalam berbagai masyarakat, yang digunakan sebagai pembenar ketimpangan sosial dan penindasan adalah kemurnian dan keabsahan beragama, beda jenis kelamin dan orientasi seksual, bahasa, warna kulit, kebangsawanan, pendidikan, modal material, …

“Identitas ‘Asli’ Adalah Fiksi”, wawancara Maria Hartiningsih, Kompas, 2/08/2015: 13.

kata kunci: 1965, asli, identitas, fiksi, kemajemukan, maskulin, patriarkhi, toleransi

Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (1/3)

Tidak ada satu pun karya sastra yang “kontekstual” sebagai karya itu sendiri. Yang ada hanyalah karya-karya sastra, semua karya sastra, yang kontekstual untuk suatu atau beberapa konteks tertentu.

Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (1/3)”, Basis, 35 (Januari): 33-38.
kata kunci: Basis, Claudine Salmon, estetika, gender, kaidah, phallus, resmi, sastra kontekstual

Lanjutkan membaca Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (1/3)

Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)

1986_ThXXXV-No3-Mar_BASIS Mencari Kaidah Estetika 3-c

Heryanto, Ariel (1986) “Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)”, Basis, 35 (March): 107-115.

kata kunci: Basis, estetika, Goenawan Mohammad, Harry Aveling, kaidah, sastra kontekstual, seksual

Lanjutkan membaca Mencari Kaidah Estetika Sastra Kontekstual (3/3)

Tiada Demokrasi yang Tak Retak

1996_04_29_JP Tiada Demokrasi yang Tak Retak-c

Heryanto, Ariel (1996) “Tiada Demokrasi yang Tak Retak”, Jawa Pos, 29 April 1996, hal. 4, 5.

kata kunci: demokrasi, HKBP, Jawa Pos, NU, PDI, perpecahan, swasta, tandingan, TEMPO, UKSW, YLBHI

Tanggapan:
(1) Hendardi (YLBHI): 1996_04_30 Hendardi Tanggapi AH-c
(2) Dr Riswanda Imawan (UGM): 1996_05_01 Riswanda Imawan Tanggapi AH_20160224_0001-c
(3) Dr Loekman Soetrisno (UGM): 1996_05_09 Loekman Soetrisno Tanggapi AH-c
(4) Cornelius Lay MA (UGM): 1996_05_15 Cornelius Lay Tanggapi AH_20160224_0001-c
(5) Dr Ramlan Surbakti (UnAir): 1996_05_18 Ramlan Surbakti Tanggapi
(6) Mukaffi Riza (pembaca Jawa Pos): 1996_05_03_Tanggapan buat Bung Ariel-c

Kamu di Mana?

Ada suatu zaman sebagian besar orang lahir, besar, bekerja, menikah, mati dan dikubur di dusun yang sama. Yang merantau jauh, pulang kampung halaman. Lalu mati dan dikuburkan di tempat yang sama nenek moyangnya lahir, besar, kawin, mati dan dikuburkan juga.

Zaman itu sudah punah. Tapi angan-angan dan kebiasaan dari zaman itu masih tercecer sampai sekarang.

Heryanto, Ariel (2003) “Kamu di Mana?”, Kompas, 7/12/2003.

kata kunci: Asal Usul, bahasa, digital, globalisasi, keluarga, Kompas, perubahan

Santa Cruz

2003_11_09_K-AU Santa Cruz-c

“Andaikan Habibie tidak pernah dilahirkan pun, kemerdekaan Timtim sulit dibendung walau dengan warna, corak, tanggal, dan detail lain yang berbeda. . . . Tentara Indonesia, seperti Habibie, berperan sebagai tokoh pelengkap yang telah digariskan sejarah untuk mempercepat kemerdekaan Timtim.”

Heryanto, Ariel (2003) “Santa Cruz”, Kompas, 9/11/2003.

kata kunci: Asal Usul, Komnas HAM, Kompas, media, penjajahan, Santa Cruz, Timor Timur

Indo

2003_07_20_K-AU Indo-c

“Tidak salah bila ada yang menuduh bahwa film-film ini mencerminkan sempitnya wawasan anak-anak muda yang kelihatannya ‘cool’ dan ‘cosmopolitan’. Gaya hidupnya wow. Bicaranya ke seluruh penjuru dunia, seperti juga SMS mereka. Mungkin ini anak-anak dari keluarga yang mahakaya untuk ukuran dunia dari salah satu negara yang paling miskin di dunia.”

Heryanto, Ariel (2003) “Indo”, Kompas, 20/07/2003.

kata kunci: Asal Usul, film, Kompas, Melbourne, parokial, rantau