Tengkyu Ya

Ucapan terima kasih di antara sesama orang Indonesia dengan cara dan makna anak-anak muda mengucapkannya sekarang merupakan tradisi baru dalam sejarah kita. Bahkan di banyak tempat di Asia.

Heryanto, Ariel (2007) “Tengkyu Ya”, Kompas, 4/11/2007.

kata kunci: Ada Apa Dengan Cinta?, Asal Usul, Australia, bahasa, daag, Kompas, terima kasih

Demokrasi

Sekarang ada kebebasan berpartai politik, bertengkar di parlemen, atau bersaing dalam pemilu. Tetapi, yang menang ya itu-itu lagi yang dulu berkuasa pada zaman Orde Baru. Untuk mereka, Indonesia boleh berguling-guling dari satu sistem politik kenegaraan ke sistem lain, dari yang paling fasis, demokratis, atau anarkis. Bagi mereka, semua itu “cuma cara” menuju tujuan yang sama: harta dan kuasa.

Heryanto, Ariel (2007) , “Demokrasi”, Kompas, 16/12/2007.

kata kunci: Asal Usul, demokrasi, Kompas, Orde Baru, rakyat, Vedi Hadiz

Golput ya Golput, tapi Jangan Golput

Sebagai anak kandung Orde Baru, istilah Golput mengemban beban sejarah yang sudah kelewat kedaluwarsa. Istilah itu masih bersaudara kandung dengan istilah bermasalah ciptaan Orde Baru seperti ‘bersih lingkungan’, ‘Orde Lama’, ‘gerakan pengacau keamanan’, ‘G30S-PKI’ atau ‘nonpribumi’.

Heryanto, Ariel (2009) “Golput ya Golput, tapi Jangan Golput”, Tempo, 6 April 2009.

kata kunci: bahasa, Golkar, Golput, Orde Baru, Pemilu 2009, Tempo