Gosip

Dalam gosip yang penting bukan benar atau salah. Tetapi dampaknya: menyeramkan, menghibur, mengejutkan, mengharukan, menggelikan atau tidak. Nilai gosip terletak pada sensasi yang dibangkitkan, bukan kualitas atau kuantitas kandungan informasinya. Maka gosip bisa dibilang bersaudara dengan sinetron, lelucon, iklan, rayuan gombal cinta monyet, atau slogan dalam kampanye pemilu.

Heryanto, Ariel (2007) “Gosip”, Kompas, 26/08/2007.

kata kunci: Asal Usul, berita, desas-desus, gosip, grafiti, informasi, Kompas, komunikasi

Timpang

Ketimpangan antara kesejahteraan para jenderal dan prajurit pada tahun 1965 telah menjadi salah satu motivasi Gerakan 30 September. Begitulah penjelasan resmi mereka dalam siaran pers setelah merebut stasiun RRI.

Heryanto, Ariel (2007) “Timpang”, Kompas, 7/10/2007.

kata kunci: Asal Usul, Burma, Daniel Lev, dwifungsi, G30S, Kompas, militer, PKI

Tengkyu Ya

Ucapan terima kasih di antara sesama orang Indonesia dengan cara dan makna anak-anak muda mengucapkannya sekarang merupakan tradisi baru dalam sejarah kita. Bahkan di banyak tempat di Asia.

Heryanto, Ariel (2007) “Tengkyu Ya”, Kompas, 4/11/2007.

kata kunci: Ada Apa Dengan Cinta?, Asal Usul, Australia, bahasa, daag, Kompas, terima kasih

Demokrasi

Sekarang ada kebebasan berpartai politik, bertengkar di parlemen, atau bersaing dalam pemilu. Tetapi, yang menang ya itu-itu lagi yang dulu berkuasa pada zaman Orde Baru. Untuk mereka, Indonesia boleh berguling-guling dari satu sistem politik kenegaraan ke sistem lain, dari yang paling fasis, demokratis, atau anarkis. Bagi mereka, semua itu “cuma cara” menuju tujuan yang sama: harta dan kuasa.

Heryanto, Ariel (2007) , “Demokrasi”, Kompas, 16/12/2007.

kata kunci: Asal Usul, demokrasi, Kompas, Orde Baru, rakyat, Vedi Hadiz