Patjar Merah

Tokoh utama dalam novel ini hanya disebut dengan nama samaran Patjar Merah Indonesia. Tapi, jelas yang dimaksudkan adalah Tan Malaka (1897-1949), salah satu tokoh paling awal, radikal, dan kontroversial dalam sejarah perjuangan antikolonial Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya ”Bapak Republik Indonesia”.

Heryanto, Ariel (2024) “Patjar Merah”, Kompas, 13/07/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/07/12/patjar-merah

kata kunci: fiksi, islam, komunis, Scarlet Pimpernel, Tan Malaka

Nasib Dosen

Sejak masa kolonial, negara menjadi patron. Para dosen diperlakukan sebagai abdi negara. Ketika membahas solusi dalam krisis, harapan tertinggi banyak dosen hanya perbaikan kebijakan negara. Terbiasa sebagai bawahan, yang mereka tuntut bukan kemerdekaan universitas dari campur tangan negara.

Heryanto, Ariel (2024) “Nasib Dosen”, Kompas, 08/06/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/06/06/nasib-dosen

kata kunci: abal-abal, industrialisasi, kapitalisme, neoliberalisme, universitas

Pria Idaman

Kondisi seperti apa dalam sebuah masyarakat yang memungkinkan sosok berani/tegas diidamkan. Mengapa dan dalam situasi apa sikap ”maju tak gentar” lebih didambakan ketimbang ”membela yang benar”?

Heryanto, Ariel (2024) “Pria Idaman”, Kompas, 27/04/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/04/26/pria-idaman

kata kunci: berani, kekerasan, maskulin, militerisme, pilpres, tegas

Menandingi Singapura?

Berpuluh tahun Singapura agak otoriter. Begitu juga negara-negara lain di sekitarnya. Mengapa yang lain-lain tidak semakmur dan seunggul Singapura?

Heryanto, Ariel (2024) “Menandingi Singapura?”, Kompas, 23/03/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/03/21/menandingi-singapura

kata kunci: global, kesehatan, otoriter, pendidikan, PRT, sumber daya, Taylor Swift

Mengapa Reformasi 1998 Mengecewakan?

Perjuangan kerakyatan menuntut napas panjang, butuh kerja kolektif banyak pihak yang terorganisasi dengan strategi dan visi jauh ke depan. Ledakan militansi massa yang spontan dan tidak terorganisasi sering kali memberikan sumbangan penting pada masa kritis. Begitu juga pesona karismatik tokoh-tokoh individual. Tapi semua itu tidak dapat diandalkan dalam perjuangan berjangka panjang yang meletihkan sesudah hiruk-pikuk pergolakan sosial mereda dan kehidupan masyarakat kembali ke dalam rutinitas.

Heryanto, Ariel (2023) “Mengapa Reformasi 1998 Mengecewakan?”, TEMPO, 28/05/2023: 64-65.

kata kunci: demonstrasi, pasca-Orde Baru, reformasi dibajak, romantisme, Soe Hok Gie

Dekade 1920-an

Dekade 1920-an masa paling meriah dalam satu abad terakhir. Berbagai warisan dahsyat dari dekade itu tak terbendung melintasi berbagai benua dan peralihan abad. Misalnya musik jazz, lipstik, kulkas, televisi, dan lampu merah-kuning-hijau pengatur lalu lintas.

Heryanto, Ariel (2024) “Dekade 1920-an”, Kompas, 17/02/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/02/16/dekade-1920an

kata kunci: budaya pop, feminis, gaya hidup, jazz, komunis, lipstik, media

Kedaulatan Rakyat

Setia pada Pancasila dalam versi Orde Baru artinya setia pada ideologi Orde Baru yang bercorak fasisme. Bukan hanya komunis yang dimusuhi Orde Baru, tapi berbagai gagasan progresif lain, termasuk liberalisme, sosialisme, feminisme dan pan-Islamisme.

Heryanto, Ariel (2024) “Kedaulatan Rakyat”, Kompas, 6/01/2024, https://www.kompas.id/baca/opini/2024/01/05/kedaulatan-rakyat

kata kunci: demokrasi, fasisme, Orde Baru, Pancasila, pemilu

Pemilu 2024

Pemilu 2024 akan mengubah karier politik capres/cawapres yang menang. Juga gengsi dan rezeki sanak keluarga, kawan dan kerabat terdekat. Bagi mayoritas warga, dari yang elite hingga jelata, Indonesia tetap seperti biasa saja. Tidak jauh lebih baik atau buruk.

Heryanto, Ariel (2023) “Pemilu 2024”, Kompas, 02/12/2023, https://www.kompas.id/baca/opini/2023/12/01/pemilu-2024-1

kata kunci: Jokowi, PDI-P, perubahan, Orde Baru, status quo

Sumpah 1928

Setiap tanggal 28 Oktober Sumpah Pemuda dirayakan. Tapi sepanjang tahun praktek bernegara dan bermasyarakat bertolak belakang dari semangat Sumpah Pemuda. Masa lalu tidak seluruhnya dilupakan, tapi dipilih sepotong-sepotong dan dimanipulasi.

Heryanto, Ariel (2023) “Sumpah 1928”, Kompas, 28/10/2023, https://www.kompas.id/baca/opini/2023/10/27/sumpah-1928

kata kunci: kolonial, komunisme, modern, sejarah, Soekarno, Sumpah Pemuda

Bendera

Indonesia termasuk satu dari sejumlah masyarakat yang tak terbiasa menjaga jarak representasi visual (bendera, logo atau foto) atau tekstual (nama atau gelar) dengan muatan nilai bagi sosok sosial atau kultural yang direpresentasikan benda-benda itu. Mungkin ini salah satu sebab maraknya aduan kasus penghinaan atau pencemaran nama baik.

Heryanto, Ariel (2023) “Bendera”, Kompas, 23/09/2023, https://www.kompas.id/baca/opini/2023/09/22/bendera

kata kunci: budaya, lambang nasional, nilai, representasi, simbol, tradisi