Sensor Pemikiran Besar

Jangankan menciptakan ‘pemikiran besar’. Sekedar mempelajari pemikiran besar orang-orang lain dari bangsa sendiri dan bangsa lain dari zaman ini dan zaman lalu pun kita sering tidak diperbolehkan dengan berbagai ancaman hukum.

Heryanto, Ariel (1993) “Sensor Pemikiran Besar”, Jawa Pos, 4 Juli 1993, hal. 8.

kata kunci: intelektual, Jawa Pos, kebudayaan, krisis, sastra, sensor, struktur, subyek

Romantisme Indonesia

Dalam cakrawala romantisme, individu-individu (“tokoh”) menjadi pusat perhatian dalam gejolak sejarah sosial. Seakan-akan perubahan sosial ditentukan oleh kemauan dan kemampuan individu-individu.

Heryanto, Ariel (1993) “Romantisme Indonesia”, Jawa Pos, 21 April 1993, hal. 4, 10.

kata kunci: alam, Eropa, Jawa Pos, modern, realisme sosialis, romantisme, sastra, seniman, tokoh

Humanisme Kita Cuma Warisan Kolonialisme?

Paham humanisme yang kini telah pudar di negara barat itu, ternyata berkembang di negara berkembang di negara barat itu dibawa oleh kolonial dengan versi kolonial itu sendiri.

Heryanto, Ariel (1993) “Humanisme Kita Cuma Warisan Kolonialisme?”, Jawa Pos, 18 April 1993, hal. 8.

kata kunci: bahasa, Van Ophuijsen, dehumanisasi, humanisme, Jawa Pos, kolonial, sastra