1988_ThIII-No3-Okt_KRITIS Kebudayaan Sebagai Daya Hidup-c
Heryanto, Ariel (1988) “Kebudayaan Sebagai Daya Hidup”, Kritis, 3(2): 5-15.
kata kunci: daya hidup, halal, kebudayaan, Kritis, pembakuan, tertindas
1988_ThIII-No3-Okt_KRITIS Kebudayaan Sebagai Daya Hidup-c
Heryanto, Ariel (1988) “Kebudayaan Sebagai Daya Hidup”, Kritis, 3(2): 5-15.
kata kunci: daya hidup, halal, kebudayaan, Kritis, pembakuan, tertindas
Secara ringkas, kasaran , dan garis besar dapat dikenali ada empat ragam kesusasteraan yang hidup dalam masyarakat Indonesia mutakhir. Masing-masing mempunyai variasi dan dan saling keterkaitan, sehingga kategori yang diusulkan di sini dapat dikatakan tak lebih dari tipe ideal belaka: (i) yang diresmikan atau diabsahkan; (ii) yang terlarang; (iii) yang diremehkan; (iv) yang dipisahkan.
Heryanto, Ariel (1988) “Masihkah Politik Jadi Panglima?”, Prisma, 17(8): 3-16.
kata kunci: absah, Jawa, LEKRA, panglima, politik, Pramoedya Ananta Toer, Prisma, resmi, terlarang
Klik 1987_Th1-No4-Apr_KRITIS Lekra Menurut Pihak Ketiga-c
Lekra bukannya bertumbuh dari atau pun menjadi milik PKI, tetapi tradisi budaya dan intelektual Marxisme di Indonesia secara umum. Kegiatan politik PKI adalah salah satu penjelmaan dari tradisi itu, dan kegiatan Lekra merupakan penjelmaan berbeda dari tradisi yang sama
Heryanto, Ariel (1987) “LEKRA, Menurut Pihak Ketiga”, Kritis, 1(4): 84-89.
kata kunci: Keith Foulcher, Kritis, LEKRA, Manifes Kebudayaan, resensi buku
Benarkah masyarakat membutuhkan pembinaan dan pengembangan bahasa? Benarkah ada yang tidak baik atau tldak benar pada bahasa masyarakat yang tidak dibina?
Heryanto, Ariel (1987) “Kekuasaan, Kebahasaan dan Perubahan Sosial”, Kritis, 1(3): 4-53.
kata kunci: bahasa, berpihak, gender, kolonial, Kritis, kuasa, perubahan sosial, Pembangunan, pembinaan, pengembangan, universal
1986_Th4-No14_BD Pembangunan, Kebudayaan, Kerakyatan-c
Heryanto, Ariel (1986) “Pembangunan, Kebudayaan, Kerakyatan”, Bina Darma, 4 (14): 76 – 88.
kata kunci: Bina Darma, kebudayaan, kerakyatan, kesenjangan, pembangunan
1985_ThXXXIV-No2-Peb_BASIS Berita, Cerita dan Derita-c
Heryanto, Ariel (1985) “Berita, Cerita, Derita”, Basis, Th. XXXIV, No.2, Pebruari 1985: 68-74.
kata kunci: Basis, berita, cerita, derita, media massa, pengajaran, sekolah
‘Sastra’ tidak pernah terlepas dari ‘politik’, atau tidak pernah terlepas dari kepentingan-kepentingan ‘politis’. Hubungan antara ‘sastra’ dan ‘politik’ bukan sebagai dua hal mandiri yang mempunyai persinggungan-persinggungan di tepi wilaya masing-masing. Batasan yang membedakan ‘sastra’ dari yang ‘bukan sastra’ itu sendiri terbentuk oleh dan sekaligus membentuk hubungan-hubungan kemasyarakatan yang ber’politik’.
Heryanto, Ariel (1984) “Sastra ‘dan’ Politik”, RIMA, 18 (Summer): 6-43.
kata kunci: bentuk, isi, kategori, kontekstual, politik, RIMA, sastra, sejarah, universal
1984_Vol18_RIMA Kiri dan Kanan Dalam Sastra Indonesia 1984-c
Heryanto, Ariel (1984) “‘Kiri’ dan ‘Kanan’ Dalam Sastra Indonesia 1984”, RIMA, 18 (Summer): 1-5.
kata kunci: David Hill, Keith Foulcher, kiri, kanan, LEKRA, politik, RIMA, sastra, Solo, Yogya
1982_11_XXXI-11_BASIS Teater di Indonesia-c
Heryanto, Ariel (1982) “Teater di Indonesia”, Basis, Th.XXXI/No.11, Nopember: 422-433.
kata kunci: Basis, daerah, klasik, Komedi Stambul, modern, rakyat, teater, tradisional
1982_01 Cakrawala Nilai Budaya Jawa dalam Folklore-c
Heryanto, Ariel (1982) “Nilai Budaya Jawa (Tengah) dalam Folklore Jawa”, Cakrawala, 15(1): 20-69.
kata kunci: Ande-ande Lumut, budaya, Cakrawala, folklore, Jaka Tingkir, Jawa, Lara Jonggrang, Rawa Pening