Walking Hand in Hand: Indonesian Media & Politics

Click int 2001_08_06 rsi english-c

“Walking Hand in Hand: Indonesian Media & Politics”, interview with David Hill by Ariel Wee, Radio Singapore International, 6/08/2001.

keywords: Abdurrahman Wahid, AJI, Amien Rais, army, East Timor, Soeharto

Jin, Jender, Jenderal

Klik 2003_03_30_k jin, jender, jenderal-c

Di dunia nyata, perempuan ditakut-takuti, ditindas, dan dilecehkan, tetapi di dunia fiksi dan fantasi, perempuan menakutkan (pria) setengah mati karena tidak dapat diteror dengan preman, ditembak senapan, ditindas lewat undang-undang, atau dilecehkan atas nama kodrat dan para dewa.

Nasibnya mirip dengan komunis di zaman Orde Baru. Jasadnya diganyang di dunia, tetapi rohnya ditakuti gentayangan sebagai hantu.

Heryanto, Ariel (2003) “Jin, Jender, Jenderal”, Kompas, 30/03/2003.

kata kunci: fiksi, horor, ideologi, jender, komunis, preman, Suzanna

Pop

Klik 2003_03_02_k pop-c

Inul lain! Ia tidak naik panggung dan menyapa penonton dengan “Assalamu’alaikum” atau “Selamat malam hadirin”. Ia berbicara dalam bahasa Jawa Ngoko yang dianggap kasar oleh kaum priyayi.

Ia tidak bicara tentang “goyang pinggul” seperti para pembahasnya. Ia bertanya pada penonton apakah “bokong” (pantat) miliknya “gede” (besar). Ketika penonton bersorak mengiyakan, Inul menjawab “Alhamdulilah”.

Heryanto, Ariel (2003) “Pop”, Kompas, 2/03/2003.

kata kunci: budaya pop, massa, Inul Daratista, Koes Bersaudara, VCD

Mayoritas?

Klik 2003_10_12_k mayoritas-c

Kelompok “terbanyak” tidak selalu sama dengan yang terbaik dan tidak selalu berhak mendapatkan wewenang istimewa. Misalnya mayoritas orang Indonesia terlibat dalam praktik korupsi-baik sebagai korban maupun penikmat.

Heryanto, Ariel (2003) “Mayoritas?”, Kompas, 12/10/2003.

kata kunci: Cina, Inul Daratista, Jawa, korupsi, perempuan