Die Studentenbewegung in Indonesien

1995_Die Studentenbewegung in Indonesien-c

Heryanto, Ariel (1995) “Die Studentenbewegung in Indonesien”, in Traum Der Freiheit, Hendra Pasuhuk & Edith Koesoemawiria (Hrsg.), Koln: Omimee, pp. 61-67.

For English version, see Heryanto, Ariel (1996) “The Student Movement”, translated by Keith Foucher, Inside Indonesia, 48 (Oct-Dec): 10-12.

keywords: Studentenbewegung, Traum Der Freiheit, German

Jalajol Indonesia: wiphak seu sabson

1998_08_13-19_NATION SUDSAPDA-c

Heryanto, Ariel (1998) “Jalajol Indonesia: wiphak seu sabson” (The Indonesian Riot: A Critique of Confusing Media Reports), Nation Sudsapda, 7:323, 13-19 August 1998, p. 18

Translated from: Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.

keywords: Jalajol Indonesia, Nation Sudsapda, Thai

see also: “Jalajol Indonesia: pho.ko.ro. kha jek

Jalajol Indonesia: pho.ko.ro. kha jek

1998_08_06-12_NATION SUDSAPDA-c

Heryanto, Ariel (1998) “Jalajol Indonesia: pho.ko.ro. kha jek” (The Indonesian Riot: Massacra of Chinese by State Terrorists], Nation Sudsapda, 7:322, 6-12 August 1998, p. 27.

Translated from: Heryanto, Ariel (1998) “Flaws of riot media coverage”, The Jakarta Post, 15 July 1998: 4.

keywords: Jalajol Indonesia, Nation Sudsapda, Thai

see also “Jalajol Indonesia: wiphak seu sabson

Post-kolonyal bir devlette simulakra

1999_80-Bahar_TOPLUM VE BILIM Yeni Duzen Endoezyasi’nda Guci_20160124_0001-c

Heryanto, Ariel (1999) “Post-kolonyal bir devlette simulakra: Yeni Duzen Endonezyasi’nda guc iliskileri”, Toplum ve Bilim, 80 Bahar: 89-111.

keywords: Post-kolonyal, simulakra, Endonezya, Toplum ve Bilim

Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong

WWR 1995_11_12_MEDIA INDONESIA Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong-c

“Kondisi masyarakat di tahun 1995 ini jauh berbeda dengan tahun 1970 atau 1980-an. Pertama, dapat kita lihat reaksi orang. Kebanyakan orang tak percaya lagi akan bahaya komunisme. Kedua, orang justru marah dan menantang. ‘Tunjukkan! Kalau tidak benar, saya gugat kamu.’ Coba Anda lihat di tahun 1970-an. Mana ada orang yang berani berkata begitu. Yang ketiga, orang menjadi tak peduli. Ini yang menurut saya menarik.”

“Jangan Menganggap Masyarakat Tong Kosong”, wawancara, Media Indonesia, 12/11/1995: 8.

kata kunci: hak berserikat, PKI, OTB, UKSW, ormas

Sastra Indonesia sedang Dilanda Kebingungan

WWR 1995_08_27_REPUBLIKA Sastra Indonesia Bingung-c

“KaIau kita bayangkan sastra itu universaI, saya anggap itu tidak ada. Jadi, yang namanya drama, novel, puisi, cerber, cerbung, itu tidak ada. lni merupakan produk peradaban masyarakat modern. Yang bisa dianggap agak universal adalah kenyataan bahwa manusia itu tidak pernah lepas dari kebutuhan kenikmatan untuk mendongeng dan mendengar dongeng.”

“Sastra Indonesia sedang Dilanda Kebingungan”, wawancara Edy Setiyoko, Republika, 27/08/1995: 12.

kata kunci: digital, dongeng, industri, kenikmatan, media, sastra, video