2000_08_20_TEMPO Dua Tahun Kemudian-c
Heryanto, Ariel (2000) “Dua Tahun Kemudian”, Tempo, 20 Agustus 2000, hal. 72-73.
kata kunci: Akbar Tandjung, Ferdinand Marcos, Golkar, Gus Dus, KKN, Megawati, pasca-Orde Baru, people’s power, pers, Tempo, TNI
2000_08_20_TEMPO Dua Tahun Kemudian-c
Heryanto, Ariel (2000) “Dua Tahun Kemudian”, Tempo, 20 Agustus 2000, hal. 72-73.
kata kunci: Akbar Tandjung, Ferdinand Marcos, Golkar, Gus Dus, KKN, Megawati, pasca-Orde Baru, people’s power, pers, Tempo, TNI
Orang Indonesia dididik sejak kecil oleh orang tuanya agar banyak tersenyum bila berjumpa dan berinteraksi dengan orang lain. Tidak peduli apa konteks dan perasaan yang bersangkutan.
Heryanto, Ariel (2002) “Geger Senyum Lamongan”, Tempo, No. 39/XXXI/25 Nopember – 1 Desember 2002.
kata kunci: Amrozi, Australia, bom Bali, Da’i Bachtiar, Michel Camdessus, senyum, Soeharto, Tempo
2003_04_27_K-AU Sedia Hujan Sebelum Payung-c
Heryanto, Ariel (2003) “Sedia Hujan Sebelum Payung”, Kompas, 27/04/2003.
kata kunci: Arswendo Atmowiloto, Asal Usul, bahasa, gender, ideologi, Kompas, Mei 1998, monumen, seksisme, TVRI
2003_05_25_K-AU Melepas Aceh-c
Heryanto, Ariel (2003) “Melepas Aceh”, Kompas, 25/05/2003.
kata kunci: Aceh, Asal Usul, Amerika, Ben Anderson, Irak, Kompas, nasionalisme, NKRI, Osama bin Laden, Saddam Hussein, Sutan Takdir Alisjahbana
2003_06_02_TEMPO Preman Internasional dalam Propaganda-c
Heryanto, Ariel (2003) “Preman Internasional dalam Propaganda”, Tempo, No. 13/XXXII/02 Juni – 08 Juni 2003.
kata kunci: Ahmad Sahal, CIA, imperium, internasional, Irak, kapitalisme, penembakan misterius, petrus, preman, propaganda, Saddam Hussein, Tempo
2003_06_22_K-AU Jakarta 2003_ Sekeping Sejarah-c
Heryanto, Ariel (2003) “Jakarta 2003: Sekeping Sejarah”, Kompas, 22/06/2003.
kata kunci: Asal Usul, Jakarta, kampung, kebakaran, Kompas, sejarah
Walau terbukti ada yang mau dan mampu membayar puluhan juta per tahun untuk biaya hidup dan pendidikan, orang Indonesia memilih pendidikan tinggi di negeri lain. Ini sebuah bukti ketidakpercayaan mereka kepada kualitas jasa pendidikan di tanah air sendiri, terlepas dari benar atau tidaknya penilaian itu.
Heryanto, Ariel (2003) “Globalisasi: dari Buruh sampai Mahaguru”, Tempo, No. 18/XXXII/29 Juni – 06 Juli 2003.
kata kunci: buruh, globalisasi, pasar, pendidikan, penelitian, prestasi, publikasi,Tempo
“Bayangkan jika iseng telah menjadi kecenderungan yang diam-diam merebak luas dalam masyarakat seperti korupsi, rasialisme, atau judi. Apa ini bukan lebih teror ketimbang teror itu sendiri?”
Heryanto, Ariel (2003), “Iseng”, Kompas, 17/08/2003.
kata kunci: Asal Usul, bersih lingkungan, iseng, Kompas, litsus, PKI, teror
2003_09_14_K-AU Teroris, Katanya-c
“Menyalahkan Islam, hanya karena “katanya” aneka bom diledakkan terorisme Jemaah Islamiyah, sama parahnya dengan melarang marxisme dan komunisme hanya “katanya” Orde Baru ada pemberontakan bernama G30S/PKI.”
Heryanto, Ariel (2003), “Teroris, Katanya”, Kompas, 14/09/2003.
kata kunci: Amrozi, Asal Usul, fobia, Islam, Jemaah Islamiyah, Kompas, komunisme, marxisme, propaganda, terorisme
Asia sudah terbukti bisa sangat santun tanpa modernitas. Juga bisa modern tanpa kesantunan. Mungkinkah Asia membangun keduanya?
Heryanto, Ariel (2004) “Metropolis”, Kompas, 4/01/2004.
kata kunci: Asal Usul, Asia, Australia, Bangkok, kelas menengah, Kompas, modernitas, santun, Singapura, Ulil Abshar-Abdalla