‘Krama’, ‘Ngoko’ dan Paskah

1987_04_16_SM Krama, Ngoko dan Paskah-c

“Bayangkan saja, kata tokoh tadi, seandainya tokoh Yesus di panggung ludruk sedang berdialog dengan tokoh Matius: “Mat, Mat. Keneo sediluk, Mat. Kon tak kandani … ” (Mat, Mat. Kemarilah sebentar, Mat. Kau kuberitahu … ). . . Biasanya mereka mendengar Yesus berSabda: “hai Matius, sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu bahwa … “

Heryanto, Ariel (1986) “‘Krama’, ‘Ngoko’ dan Paskah”, Suara Merdeka, 16 April 1986, hal. II.

kata kunci: feodal, kerakyatan, krama, ludruk, ngoko, Paskah, pribumi, Suara Merdeka

Geger ‘Perek’ Di Kampung

1986_07_05_WAWASAN Geger Perek di Kampung-c

“Kau tahu, kenapa semua laki-laki di Kampung itu kalang-kabut? Bukan karena aku kehilangan rasa malu atau kehormatan. Bukan. Tapi karena mereka itu jadi keder. Mereka takut pada dirinya sendiri dan kesalahannya sendiri. Karena itu, untuk menutup-nutupi kebelangannya sendiri, mereka bekerja keras menghina orang-orang semacam aku. Dan mereka bekerja keras mengajar orang-orang semacam kau untuk menghina kaumku.”

Heryanto, Ariel (1986) “Geger ‘Perek’ Di Kampung”, Wawasan, 5 Juli 1986, hal. II.

kata kunci: moral, Perek, perempuan, Wawasan, seks, stabilitas