Ilmu Politik, Masihkah Berguna?

1994_09_23_K_Ilmu Politik Masihkah Berguna-c

“Dalam kajian tentang Indonesia pernah tampil karya Clifford Geerts yang membicarakan negara sebagai teater dengan acuan empirik Bali abad 19. Lalu ada analisa cemerlang Benedict Anderson tentang bangsa di mana pun di dunia sebagai fiksi. Belakangan gugatan terhadap rasionalitas bertumbuh di kalangan cendekiawan muda Indonesia dalam telaah pascamodernisme.”

Heryanto, Ariel (1994) “Ilmu Politik, Masihkah Berguna?”, Kompas, 23 September 1994, hal. 4.

kata kunci: Benedict Anderson, cekal, Clifford Geertz, fiksi, film, ilmu politik, kajian budaya, Kompas, sensor, SIUPP, teater

Tanggapan Afan Gaffar: 1994_10_18_K_Sosiologi, Ilmu Ekonomi Dll-c

Tiada Demokrasi yang Tak Retak

1996_04_29_JP Tiada Demokrasi yang Tak Retak-c

Heryanto, Ariel (1996) “Tiada Demokrasi yang Tak Retak”, Jawa Pos, 29 April 1996, hal. 4, 5.

kata kunci: demokrasi, HKBP, Jawa Pos, NU, PDI, perpecahan, swasta, tandingan, TEMPO, UKSW, YLBHI

Tanggapan:
(1) Hendardi (YLBHI): 1996_04_30 Hendardi Tanggapi AH-c
(2) Dr Riswanda Imawan (UGM): 1996_05_01 Riswanda Imawan Tanggapi AH_20160224_0001-c
(3) Dr Loekman Soetrisno (UGM): 1996_05_09 Loekman Soetrisno Tanggapi AH-c
(4) Cornelius Lay MA (UGM): 1996_05_15 Cornelius Lay Tanggapi AH_20160224_0001-c
(5) Dr Ramlan Surbakti (UnAir): 1996_05_18 Ramlan Surbakti Tanggapi
(6) Mukaffi Riza (pembaca Jawa Pos): 1996_05_03_Tanggapan buat Bung Ariel-c

Kamu di Mana?

Ada suatu zaman sebagian besar orang lahir, besar, bekerja, menikah, mati dan dikubur di dusun yang sama. Yang merantau jauh, pulang kampung halaman. Lalu mati dan dikuburkan di tempat yang sama nenek moyangnya lahir, besar, kawin, mati dan dikuburkan juga.

Zaman itu sudah punah. Tapi angan-angan dan kebiasaan dari zaman itu masih tercecer sampai sekarang.

Heryanto, Ariel (2003) “Kamu di Mana?”, Kompas, 7/12/2003.

kata kunci: Asal Usul, bahasa, digital, globalisasi, keluarga, Kompas, perubahan

Santa Cruz

2003_11_09_K-AU Santa Cruz-c

“Andaikan Habibie tidak pernah dilahirkan pun, kemerdekaan Timtim sulit dibendung walau dengan warna, corak, tanggal, dan detail lain yang berbeda. . . . Tentara Indonesia, seperti Habibie, berperan sebagai tokoh pelengkap yang telah digariskan sejarah untuk mempercepat kemerdekaan Timtim.”

Heryanto, Ariel (2003) “Santa Cruz”, Kompas, 9/11/2003.

kata kunci: Asal Usul, Komnas HAM, Kompas, media, penjajahan, Santa Cruz, Timor Timur

Indo

2003_07_20_K-AU Indo-c

“Tidak salah bila ada yang menuduh bahwa film-film ini mencerminkan sempitnya wawasan anak-anak muda yang kelihatannya ‘cool’ dan ‘cosmopolitan’. Gaya hidupnya wow. Bicaranya ke seluruh penjuru dunia, seperti juga SMS mereka. Mungkin ini anak-anak dari keluarga yang mahakaya untuk ukuran dunia dari salah satu negara yang paling miskin di dunia.”

Heryanto, Ariel (2003) “Indo”, Kompas, 20/07/2003.

kata kunci: Asal Usul, film, Kompas, Melbourne, parokial, rantau

Publikasi yang tidak tersedia disini

Arsipnya Hilang
Urutan dari yang paling mutakhir ke yang lebih tua. Sebagian dapat diakses dalam bentuk teks sederhana (plain text) di situs ini.

  1. Heryanto, Ariel (2008) “Media”, Kompas, 17/02/2008, klik di sini
  2. Heryanto, Ariel (1995) “Yang Asing, Yang Akrab”, Tiara, 141, 8 Oktober 1995, hal. 76-77.
  3. Heryanto, Ariel (1995) “Berbahasa Baik, Bergaul Baik”, Ummat, No.2, Th.I, 24 Juli 1995, hal. 79.
  4. Heryanto, Ariel (1980) “Pentas Teater Di Salatiga Bagaimana Tahun Ini?”, Minggu Ini, 29 Juni 1980, IV.
  5. Heryanto, Ariel (1985) “Masih Soal Sastra Kontekstual: Menjernihkan Masalah Yang Keruh”, Minggu Ini, 9 Juni 1985, VIII.
  6. Heryanto, Ariel (1980) “Sartre:Kehadiran Manusia Lain Adalah Neraka”, Suara Karya, 9 Juni 1980, VI.
  7. Heryanto, Ariel (1980) “Aktor Dan Suaranya”, Minggu Ini, 10 Pebruari 1980, IV.
  8. Heryanto, Ariel (1980) “Kembalinya Si Anak Hilang”, Kompas, 4 Pebruari 1980, IV.
  9. Heryanto, Ariel (1979) “Perihal Berteater di Daerah”, Memorandum, 5 Agustus 1979, XI.
  10. Heryanto, Ariel (1979) “Asahab Ajamer Ngalam: Bahasa Remaja Malang”, Suara Karya, 3 Agustus 1979.
  11. Heryanto, Ariel (1979) “Pesta Pentas ‘79”, Minggu Ini, 10 Juni 1979, IV.
  12. Heryanto, Ariel (1979) “Kyogen: Goro-Goro Jepang”, Minggu Ini, 22 April 1979, IV.
  13. Heryanto, Ariel (1979) “Ayun Bandul Sastra”, Surabaya Post, 4 April 1979, X.
  14. Heryanto, Ariel (1979) “Sas-sus Di seputar Seniman”, Minggu Ini, 25 Maret 1979, IV.
  15. Heryanto, Ariel (1979) “Teater Krisis”, Minggu Ini, 4 Pebruari 1979, IV.
  16. Heryanto, Ariel (1978) “Wajah Budaya Dalam Bahasa”, Surabaya Post, 19 Desember 1978, X.
  17. Heryanto, Ariel (1978) “Malin Kundang Ke Perguruan Egon”, Surabaya Post, 16 Desember 1978, X.
  18. Heryanto, Ariel (1978) “Benarkah Bahasa Indonesia Memerlukan ‘Anda’?”, Surabaya Post, 7 Oktober 1978
  19. Heryanto, Ariel (1978) “Debat ‘Sarjana Sinyo’”, Suara Merdeka, 30 September 1978, p. VIII.
  20. Heryanto, Ariel (1978) “Pesta Pentas ‘78; Teater Kampus Mau Apa?”, Suara Merdeka, 8 Juli 1978, VIII.
  21. Heryanto, Ariel (1978) “Teater Di Kampus”, Surabaya Post, 10 Mei 1978, X.
  22. Heryanto, Ariel (1978) “Kelirukah Orangtua Bila Kecewa Sang Putra Masuk Sosbud”, Sinar Harapan, 8 Pebruari 1978, XV.
  23. Heryanto, Ariel (1978) “Sastrawan Jadi Guru Sastra Atau Guru Sastra Jadi Sastrawan”, Suara Merdeka, 14 Januari 1978, p. VIII.
  24. Heryanto, Ariel (1978) “Teater Kampus & Aduh”, Salemba, 5 Oktober 1977, No.41/Th.II.

=======================

(2) Karya Terjemahan

9-12 Juli 1980 : Yayasan Teater Nasional mementaskan Perangkap Tikus, terjemahan Ariel Heryanto dari The Mouse Trap karya Agatha Christie, di Bali Room Hotel Indonesia, sutradara Galeb Husin, pemain Rahayu Efendi, Deddy Mizwar, Yuanita Pranoto.

10-11 April 1992: “Nirtata Dunia Baru”, Bernas, 10-11 April 1992 terjemahan Ariel Heryanto dari “New World Disorder”, ceramah Ben Anderson yang dipublikasikan 24 Hour, special supplement, February 1992, pp. 41-46.